Tag Archives: tsugaeda

“Sudut Mati”, sebuah novel oleh @tsugaeda

sudut_mati_oleh_tsugaeda

Gue punya sahabat di Malang sejak SMP, nama pena doi @tsugaeda. Gue inget banget terakhir ketemu doi waktu masih di Kalibata sekitar tahun 2013 pas nganterin buku pertamanya “Rencana Besar”. Sekitar dua bulan yang lalu (maaf nih gus baru sempat nulis resensi) , tepatnya hari Rabu, 7 Oktober 2015 gue janjian ketemu @tsugaeda yang ngabarin sebelumnya kalo buku terbarunya udah keluar, judulnya “Sudut Mati”. Akhirnya setelah kita saling update kabar masing-masing dan banyak tertawa tentang masa lalu, masa kini dan masa depan, gue antar doi sampe stasiun Manggarai dan gue pulang ke Bekasi (yeah, planet yang itu). Karena waktu sudah malam saat sampai rumah maka akhirnya novel  tersebut gue baca esok harinya.

Genre sahabat gue ini adalah fiksi tentang konspirasi korporasi, dan kali ini mengangkat suatu grup konglomerasi Prayoga yang dipimpin oleh CEO nya Sigit Prayoga yang flamboyan serta mulai terjun dalam dunia politik (saya jadi inget ARB). Kesan konflik awal yang akan dibangun adalah perebutan kekuasaan menjadi  pewaris trah Prayoga, yang gue jadi inget serial televisi Empire. Namun ternyata saya salah, konflik yang dibangun ternyata lebih kompleks dari itu. Jujur gue menikmati lembar tiap lembar yang gue baca, dimana karakter dan cerita lebih natural dan mengalir dibandingkan dengan novel sebelumnya yang tersentralisasi di tokoh utama. Tiap tokoh punya karakter yang kuat serta cerita latar belakang masa lalu masing-masing yang dikupas meskipun hanya sekilas.

Namun cerita yang dibangun sebenarnya terlalu kompleks untuk dituangkan dalam 338 halaman, sehingga banyak cerita dan detail yang kurang tergali serta tempo yang relatif cepat untuk membangun konflik hingga sampai ending klimaksnya (tidak yakin apakah karena gue bacanya langsung dalam semalam sehingga terasa sebentar atau memang kurang panjang), mungkin pas kalau tebalnya seperti novel-novel Dan Brown. Ide cerita yang bagus dan sebenarnya dapat dikembangkan menjadi serial atau ide gilanya dapat dijadikan novel grafik aka komik.

Nice work pal! Novel kedua yang keren dan menurut gue adalah sebuah improvement dari novel pertama. Gue harap Tsugaeda seiring dengan jam terbang bisa menghasilkan banyak lagi novel yang Insya Allah ada yang diangkat di layar lebar. Someday Gus, Someday.

*Thank You for the catchup and the joke, we’ll laugh together again soon when your 3rd book published Baca lebih lanjut

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under buku

When Your High School Friend Wrote a Novel @tsugaeda

sumber: bentang pustaka

Rencana Besar

Penulis : Tsugaeda

Penyunting : Pratiwi Utami

Penerbit : Bentang Pustaka (Pustaka Populer)

ISBN : 9786027888654

Harga : Rp 58.000,-

————————————————————-

Rifad Akbar. Pemimpin Serikat Pekerja yang sangat militan dalam memperjuangkan kesejahteraan rekan-rekannya.

Amanda Suseno. Pegawai berprestasi yang mendapat kepercayaan berlebih dari pihak manajemen.

Reza Ramaditya. Pegawai cerdas yang tiba-tiba mengalami demotivasi kerja tanpa alasan jelas.

Lenyapnya uang 17 miliar dari pembukuan Universal Bank of Indonesia menyeret tiga nama itu ke dalam daftar tersangka. Seorang penghancur, seorang pembangun, dan seorang pemikir dengan motifnya masing-masing. Penyelidikan serius dilakukan dari balik selubung demi melindungi reputasi UBI.

Akan tetapi, bagaimana jika kasus tersebut hanyalah awal dari sebuah skenario besar?  Keping domino pertama yang sengaja dijatuhkan seseorang untuk menciptakan serangkaian kejadian. Tak terelakkan, keping demi keping berjatuhan, mengusik sebuah sistem yang mapan tetapi usang dan penuh kebobrokan.

Kutipan di atas adalah resensi novel “Rencana Besar” yang baru saja terbit dan baru dijual secara online, belum dijual di toko buku. Mungkin patut ditunggu epub nya hehehe. Rencana Besar, judulnya agak terkesan klise tapi ringan, apakah ini judul aslinya ato pesanan dari penerbit? Mungkin akan beda apabila judulnya Konstipasi, eh Konspirasi gituh (jadi inget buku-buku Remason dan Illuminati)

Seorang kawan lama sejak jaman SMP dan SMA di Malang @tsugaeda akhirnya merilis novel yang mungkin sudah lebih dari setahun yang lalu dia ceritakan. Dan akhirnya sementara ini dia alih profesi jadi sales buku yang ditulisnya sendiri :p. Jujur agak susah membayangkan kawan saya ini menulis novel (seriously) mengingat kelakuan dan dan tabiat jaman sekolah dulu, orang selalu berubah seiring waktu. Menulis buku apapun genrenya selalu menjadi prestasi, mungkin sesorang yang sekolah S2 maupun S3 belum tentu ada eager untuk menulis sebuah buku, it needs courage and consistency.

Awalnya penulis cerita bahwa dia dalam penulisan sebuah novel sebagai buah kekecewaannya pada saat bekerja di sebuah bank di Surabaya, seberapapun jauh kita salah langkah, kita tetap bisa berbalik. Akhirnya penulis memutuskan untuk resign dan mengerjakan hal yang mungkin dia suka, menulis. Padahal pada saat diterima di bank tersebut penulis bersemangat akan keputusannya, tetapi sepertinya situasi di lapangan tidak seperti yang diharapkan.

Big Responsbilities, Big Target, Little Compensation, its not worthed it, its not his Passion

Hal ini mengkonfirmasi omongan Lily di sitkom How I Met Your Mother

Lily: Barney, I hate to break this to you, But working for a bank’s kind of lame.

Dengan bekal (mungkin) pengetahuan perbankan yang didapat dia menulis novel dengan tema yang mirip-mirip. Mungkin terinspirasi tante Melinda Dee ato itunya MD. :p hehehehe.

Saya pribadi juga belum baca bukunya, nanti katanya mau jadi sales ke rumah saya, ditunggu loh gus!

2 Komentar

Filed under piece of mind