Tag Archives: tradisional

Banyak banget sih Hypermarket dan Minimarket,,,

Menjamurnya Hypermarket ( Carrefour, Giant,dll ) dan Mini Market (Alfamart, Indomart, dll) telah mengubah gaya hidup masyarakat menjadi lebih kapitalistik dan disadari atau tidak mematikan ekonomi rakyat kecil,,

Contoh kecil aja, Ibu Yani, rekan kantor gw punya anak cewek yang gak mau belanja kalo gak di Mart-mart ituh

“Des, beliin gula di sebelah donk. Gula kita abis ni,,”

“Ah mama, malu donk beli di warung sebelah. Entar deh kalo aku ke Alfamart tak beliin sekalian”

Ck… ck…. ck….

Tolong deh, kita ini hidup gak sendiri,, mungkin sesekali kita bisa beli di warung sebelah instead of those hyper n mini markets,,,, dengan tujuan menghidupkan ekonomi rakyat dan bukan hanya sekedar rasa iba,,

Jaringan mini market sudah sangat menggurita sampe pelosok-pelosok dan gak jarang dua atau lebih mini market saling berdekatan atau bahkan bersebelahan,, gak tau deh apakah pedagang kelontong masih kebagian pangsa pasar ato enggak. Bahkan hypermarket di Lebak Bulus, Jakarta Selatan dibangun saling berhadapan Giant and Carrefour,, and they both always full of attendance every weekend, especially at the beginning of the month.

Gua gak munafik, terkadang gua juga beli sesuatu di minimart. Gw akuin tempatnya nyaman, terang, bersih, berAC, lebih murah, barang2nya bagus, lengkap, menerima debit card pula. Wew,, tapi keberadaan serta jumlahnya sudah terlalu banyak dan masih bertambah lagi gw rasa,,

Mereka dapat menjual dengan harga murah karena mereka memotong beberapa mata rantai yang ada sebelum diterima konsumen,, memang kita akan mendapat harga jual akhir yang murah,hal inilah yang tidak semua orang dapat menjangkau akses seperti itu. Konsekuensi dari pemotongan mata rantai adalah hilangnya value added dalam masyarakat,, hal itu terjadi karena lemahnya regulasi pemerintah dan tidak adanya proteksi bagi usaha kecil,,

gak jarang gua lihat toko kelontong yang barangnya udah lama banget karena gak laku-laku, dan mereka masih majangin di etalase,, tau kenapa?? hanya agar tidak terlihat kosong,, bandingin dengan turnover barang di hyper/minimarket yang sangat tinggi,, bahkan supplier yang ingin memasukkan barangnya ke carrefour konon harus membayar sejumlah uang,,

At this rate, traditional market gonna extinct unless we and the government do something. Sebagai contoh, pasar tradisional di BSD udah dijadikan pasar modern yang dikenal bersih, tertib, tidak bau,dan lengkap. Itu aja saya rasa bukan inisiatif pemerintah, namun inisiatif pengembang. Pemberdayaan pasar tradisional seperti ini seharusnya diterapkan di daerah-daerah lain,,

16 Komentar

Filed under sightseeing