Tag Archives: reksadana

Asuransi Kesehatan Untuk Hari Tua

Selamat Hari Jumat semuanya, semoga di hari kecepit ini kita tetap semangat bekerja dan berkarya.

Beberapa waktu yang lalu, ada yang bertanya apakah ada asuransi kesehatan yang bayar preminya mulai sekarang namun mulai berlaku saat sudah tua. Karena saat ini yang bersangkutan masih dikover penuh oleh perusahaan tempat bekerja, namun perlindungan tersebut berhenti pada saat pensiun dan tidak dapat diperpanjang sendiri. Setelah melakukan survei kecil-kecilan, di Indonesia belum ada produk asuransi seperti itu. Yang tersedia adalah asuransi yang berlaku dari saat pembayaran premi hingga usia 99 tahun, namun disamping preminya yang mahal nilai pertanggungan kesehatannya saya rasa tidak akan sesuai dengan harapan karena akan terus tergerus inflasi.

Kalo di Amerika Serikat, Britania Raya, dan Kanada terdapat produk yang bernama Long Term Care Insurance. Individu yang membutuhkan asuransi ini bukan yang sakit secara umum, tetapi yang tidak dapat melakukan kegiatan sehari-hari sendiri seperti memakai baju, mandi, makan, buang air, atau berjalan. Sehingga apabila tidak ada sanak saudara atau tidak mau merepotkan orang lain maka itu fungsi Long Term Care InsuranceYang dibutuhkan adalah asuransi kesehatan untuk hari tua, namun saya rasa konsepnya mirip Long Term Care Insurance tetapi yang diajukan adalah layanan kesehatan dalam arti Perawatan untuk Rawat Inap dll.

Karena tidak ada asuransi yang mengakomodir kebutuhan asuransi seperti itu, maka saya rekomendasikan untuk membentuk Dana Kesehatan Hari Tua dengan menyisihkan sebagian penghasilan bulanan dalam investasi jangka panjang yang diharapkan dapat  menjadi dana cadangan untuk menggantikan peran asuransi kesehatan, karena kita tau semakin bertambah umur semakin rentan kita terhadap penyakit terutama penyakit degeneratif.

Demikian tulisan saya, semoga membantu

Wassalam

Tinggalkan komentar

Filed under asuransi

Nasi Kotak, Satu Bentuk Penyederhanaan Masalah

banner02

Dalam sebuah rapat, pertemuan, seminar, atau acara apapun yang melibatkan orang banyak biasanya disediakan nasi kotak sebagai konsumsi rapat. Kenapa harus nasi kotak? Semua peserta dianggap sama, baik masakannya, porsinya, dan preferensi rasa. Padahal setiap orang adalah unik, mempunyai selera makan, porsi, bahkan kebutuhan kalori yang berbeda. Hasilnya? menurut pengalaman kami banyak yang tidak puas karena kurang cocok dengan menu yang disajikan, terlalu banyak porsinya, terlalu pedas dan lain lain. Bahkan banyak diantara sampah nasi kotak tersebut tidak habis, ada yang sisa nasinya, sayurnya atau lauknya dan akhirnya jadi mubazir.

Nasi Kotak adalah salah satu bentuk penyederhanaan masalah, terkadang memang dirasa kurang tepat namun biasanya menjadi solusi paling mudah. Namun untuk yang mendapat nasi kotak solusi tersebut belum tentu yang paling tepat. Dalam dunia bisnis khususnya ritel, kita harus memperlakukan pelanggan dengan spesial dengan kebutuhan yang spesifik. Seth Godin dalam artikelnya “The Easy Trap” mengatakan bahwa solusi yang paling mudah belum tentu merupakan solusi yang terbaik. Terkadang solusi yang paling susah adalah yang paling memuaskan, namun apakah sumber daya kita dapat memenuhinya? belum tentu. Hal ini apabila terkait dengan organisasi yang mempunyai banyak stakeholder dengan kebutuhan yang berbeda, apakah kita akan menyajikan nasi kotak? atau prasmanan namun kita belum mampu menyediakannya? Mungkin ada baiknya kita bertanya kepada mereka inginkan sehingga kita dapat melakukan pelayanan terbaik dengan sumber daya yang ada.

Dalam hal keuangan pribadi, juga berlaku hal yang sama. Setiap orang mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda namun mereka terkadang terbujuk untuk memakan solusi yang kurang tepat karena kurang informasi. Contohnya adalah asuransi unit link untuk seluruh keperluan investasi anda. Asuransi unit link bagai “nasi kotak” yang cocok bagi semua. Begitu juga emas, saham, dan produk investasi yang lain. Tidak ada solusi tunggal bagi setiap orang, karena setiap orang mempunyai kondisi keuangan dan tujuan masing-masing.

Wassalam

Tinggalkan komentar

Filed under perencanaan keuangan, piece of mind

Eh ICMD 2011 sudah terbit :)

Saat saya posting tentang ICMD di posting sebelumnya banyak pengunjung http://www.devinorizki.com yang menanyakan tentang ICMD 2011. Kebetulan saya baru mendapatkan file pdf dari ICMD 2011. ICMD 2011 ini tidak berbeda dengan ICMD sebelumnya, yaitu mencantumlan laporan keuangan perusahaan periode tiga tahun (2008-2010)

berikut link file ICMD 2011

part 1        http://adf.ly/DKvBj

part 2        http://adf.ly/DKvBk

part 3        http://adf.ly/DKvBl

part 4        http://adf.ly/DKvBm

Password : http://www.juliancholse.tk (if you need)

sumber:  http://julian-cholse.blogspot.com

27 Komentar

Filed under perencanaan keuangan

Sudahkah kita mempersiapkan pensiun?

Pensiun, apakah yang terbersit dalam benak anda setelah mendengar kata tersebut? Pensiun adalah kondisi dimana bagi seorang karyawan tidak lagi masuk bekerja karena usia telah memasuki masa pensiun dan hanya menerima sebagian dari gaji pokok tanpa tunjangan dan lainnya. Untungnya PNS mempunyai program pensiun,dan juga beberapa Perusahaan juga mendaftarkan pegawainya dalam Program Jaminan Hari Tua baik melalui DPPK atau DPLK. Hal tersebut sangat membantu karena para karyawan tersebut akan tetap mendapatkan penghasilan.

Sebagai ilustrasi, penghasilan pejabat setingkat Kepala Bagian atau Eselon 3 adalah kira-kira sekitar Rp. 15 juta belum termasuk uang perjalanan, uang makan, honor dll. Lalu diasumsikan mendapat ruang gaji pokok tertinggi di skema PNS adalah Rp. 4 juta sehingga paling tinggi pensiunan hanya menerima Rp 4 juta x 80% = Rp. 3,2 juta. Jumlah tersebut hanya sekitar 22% dari penghasilan awal, apakah kita sudah siap dengan kenyataan tersebut?
Kondisi ini seringkali menjadi momok bagi karyawan sehingga terkadang mereka berusaha memperpanjang masa kerjanya. Pada masa dimana seseorang baru saja pensiun, yaitu saat mulai berhenti masuk kantor bagi sebagian orang, masa ini adalah hal yang membahagiakan karena memang menunggu untuk masa pensiun. Tapi untuk sebagian lagi mereka sedih karena belum mau berhenti bekerja atau belum punya cukup asset untuk pensiun. Masa ini sangat krusial karena disinilah titik mereka kehilangan penghasilan dan rutinitas sehari-hari untuk berangkat ke kantor, yang dapat mengakibatkan juga rasa kehilangan identitas, kekuasaan, dan harga diri. Inilah yang disebut Post Power Syndrome
Menurut data survey Financial Quotient tahun 2007 oleh salah satu bank swasta international, didapat kenyataan yang mengejutkan
• Jika Responden kehilangan pekerjaan, kebanyakan responden mengatakan bahwa mereka hanya memiliki simpanan untuk biaya hidup kurang dari 11 minggu.
6 dari 10 dari responden tidak merencanakan pension mereka
Kurang dari 25% responden tidak mempunyai dana pension formal
39% dari responden percaya bahwa mereka akan bergantung pada anak-anak mereka saat tua..

Baca lebih lanjut

8 Komentar

Filed under perencanaan keuangan, piece of mind

Kebun Emas, apakah menguntungkan?

berkebun emas logam mulia

berkebun emas logam mulia

Akhir-akhir ini ada metode baru dalam berinvestasi emas, apakah ituuuu? Eng Ing Engggg,,,, :p. Namanya Berkebun Emas, yaitu berinvestasi emas dengan memanfaatkan system gadai syariah (rahn). Bagaimana metodenya? Yaitu dengan membeli emas Logam Mulia 24 karat kadar 99,9% dengan sertifikat ANTAM untuk kemudian digadaikan dan digunakan untuk membeli satu keping emas lagi. Dalam hal ini kita menggunakan gadai sebagai leverage dalam berinvestasi emas. Baca lebih lanjut

19 Komentar

Filed under perencanaan keuangan

Investasi Emas, apakah lebih menguntungkan daripada Reksadana?

Beberapa waktu yang lalu di bulan April 2011 emas berkali-kali mencapai rekor tertinggi, kalo dalam rupiah tertinggi sampai 430 ribu per gram. Namun beberapa waktu yang lalu anjlok jadi 415 ribu lagi,,,, soooo, apakah emas ini sarana yang bagus untuk berinvestasi? kita lihat dulu tabel di bawah ini,,,

data harga emas dalam rupiah dari tahun 1994 hingga mei 2011

data harga emas dalam rupiah dari tahun 1994 hingga mei 2011 (Gambar 1)

dari Gambar 1 diatas terlihat bahwa pada tahun 1994 harga emas masih sebesar Rp. 24.000an dan tetap datar sampai tahun 1998 saat krisis terjadi. Karena keadaan krisis dan terjadi ketidakpastian ekonomi, harga emas saat itu mencapai Rp. 150.000,- namun turun kembali seiring stabilnya situasi. Harga emas saat itu selain memang harganya melambung tinggi, juga disebabkan karena nilai kurs Rupiah yang melemah terhadap dollar hingga Rp 20.000 per USD, sedangkan harga emas di pasar komoditas dinilai dengan dollarBaca lebih lanjut

19 Komentar

Filed under perencanaan keuangan