Senjakala Gerai Retail?

Beberapa waktu yang lalu kita mendapat berita yang mendadak, bahwa Matahari retail memutuskan untuk menutup gerainya di Pasaraya Blok M dan Manggarai. Hal ini tidak mengejutkan buat saya, karena beberapa kali ke tempat tersebut memang sepinya ga ketulungan. Hal ini menurut saya menggambarkan perubahan perilaku konsumen dari belanja di pusat perbelanjaan menjadi belanja online. Masyarakat semakin dimanjakan oleh kemudahan belanja online dan apabila tren ini berlanjut akan makin banyak Gerai Retail yang akan tutup. Hal ini mungkin akan terus terjadi setidaknya di kota kota besar di Indonesia, namun pertumbuhan Gerai tersebut masih ada di kota dengan ukuran medium dan kecil.

Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, bahkan di Amerika Serikat telah banyak sekali Mal yang tutup. Sampai Dann Bell melakukan dokumentasi dalam channel youtube, The Dead Malls Series.

Terakhir, saya tanya seberapa sering anda pergi ke Mal? Makin anda jarang belanja di Mal makin cepat tren ini akan berlanjut.

https://www.ted.com/talks/dan_bell_inside_america_s_dead_shopping_malls/transcript

https://m.detik.com/finance/bursa-valas/3644595/matahari-tutup-gerai-di-pasaraya-manggarai-dan-blok-m-akhir-bulan-ini
https://m.detik.com/finance/properti/3574852/tak-cuma-perkantoran-mal-di-jakarta-juga-banyak-kosong

https://tirto.id/pasar-glodok-sentra-ekonomi-jakarta-sekarat-di-usia-senja-cu9v

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under bisnis, piece of mind

Kekinian

Ponsel pintar terbaru dari Sa*su*g baru saja keluar, yang seri S9. Harganya sudah hampir setara motor baru. Apakah sepadan membeli sebuah ponsel pintar dengan harga fantastis?
Sejatinya belum ada peningkatan yang berarti dari teknologi tersebut, kalau pun ada peningkatan mungkin hanya kecepatan prosesor, resolusi layar, desain hape, atau kejernihan kamera. Hampir semua yang bisa dilakukan di ponsel pintar yang seharga motor dapat pula dilakukan oleh ponsel pintar 2 jutaan. Sehingga fungsi sudah bukan lagi merupakan pertimbangan utama pelanggannya, bahkan ane memakai ponsel pintar keluaran 2013 dan fungsi nya masih dapat mengakomodir kebutuhan saya. Jadi apa yang membuat ponsel mahal tersebut laku? Sederhana, karena menurut saya pembeli (merasa) mampu dan (merasa) butuh menggunakan nya.
Kenapa saya masih menggunakan hape keluaran tahun 2013? Jawaban saya klise, karena (soal ponsel pintar) saya kere.

1 Komentar

Filed under piece of mind

Prestasi Kantor vs Hal Pribadi

Bagaimanakah rekam Jejak seseorang dinilai? Dari hasil pekerjaan? Atau masalah pribadi?

Sejatinya dua hal tersebut menurut saya adalah hal yang terpisah. Di dalam lingkungan kantor, kita seharusnya menilai dari prestasi yang dihasilkan di kantor dan tidak terlalu fokus terhadap masalah pribadi nya (selama tidak terlalu berat seperti narkoba dan yang sejenisnya). Bahkan apabila memungkinkan kantor memfasilitasi untuk menyelesaikan masalah pribadi karyawan agar dapat fokus dalam bekerja, berat memang tapi itulah salah satu tugas HRD.

Di kantor dengan persaingan ketat dan tidak sehat, masalah pribadi seringkali dipakai untuk menjatuhkan seseorang tanpa mempertimbangkan prestasi kerja secara obyektif. Katanya sih “politik kantor”, kalo di kantor kalian bagaimana?

Tinggalkan komentar

Filed under career, Uncategorized

Kelly Services Standar Gaji Indonesia 2016

cartoon3416

Tahun 2016 telah berlalu, sehingga mungkin postingan ini agak terlambat. Namun lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan?

Sebagaimana kita tahu Kelly Services merupakan perusahaan konsultan solusi tenaga kerja yang bekerja secara global mengeluarkan standar gaji di Indonesia setiap tahun. Berikut kami lampirkan standar gaji Indonesia Kelly Services tahun 2016.

https://www.expat.or.id/business/IndonesiaSalaryGuide-2016.pdf

Silahkan unduh 🙂

Tinggalkan komentar

Filed under bisnis, career

Stop! Mengeluarkan uang hanya untuk buat orang lain terkesan

“We buy things we don’t need with money we don’t have to impress people we don’t like.” – Dave Ramsey

Coba kita renungkan kembali, uang yang kita keluarkan. Apakah benar benar seperti yang inginkan atau hanya untuk membuat orang lain terkesan?

Tas bermerek, gadget mahal terbaru, mobil baru, yang kita beli tidak mendefinisikan kita, perilaku kita lah yang mendefinisikan kita

Jadi jangan sampai kita membeli sesuatu karena kena tetangga atau teman kantor beli barang tersebut.

http://www.thesimpledollar.com/stop-spending-money-to-impress-people/

4 Komentar

Filed under perencanaan keuangan

Gratifikasi

maxresdefaultUntuk profesional yang berkecimpung dalam bidang procurement (pengadaan), purchasing (pembelian), atau apapun yang terkait dengan pihak ketiga (vendor) baik di lingkungan pemerintah maupun swasta biasanya tidak asing dengan godaan gratifikasi.

Gratifikasi sendiri merupakan salah satu bentuk korupsi dan telah dilakukan penindakan dan pencegahan oleh KPK, namun terbatas hanya pada kasus yang melibatkan pejabat publik. Padahal definisi gratifikasi tidak terbatas pada kasus yang melibatkan pejabat publik, namun juga termasuk sektor swasta.

http://www.hukumonline.com/berita/baca/hol21210/suap-di-sektor-swasta-belum-terjamah-hukum

http://www.andaka.net/blog/gratifikasi-dokter-kenali-dan-hindari/

https://www.controlrisks.com/~/media/Public%20Site/Files/PDF/ABC_Policy.pdf

Tinggalkan komentar

Filed under piece of mind, Uncategorized

“Sudut Mati”, sebuah novel oleh @tsugaeda

sudut_mati_oleh_tsugaeda

Gue punya sahabat di Malang sejak SMP, nama pena doi @tsugaeda. Gue inget banget terakhir ketemu doi waktu masih di Kalibata sekitar tahun 2013 pas nganterin buku pertamanya “Rencana Besar”. Sekitar dua bulan yang lalu (maaf nih gus baru sempat nulis resensi) , tepatnya hari Rabu, 7 Oktober 2015 gue janjian ketemu @tsugaeda yang ngabarin sebelumnya kalo buku terbarunya udah keluar, judulnya “Sudut Mati”. Akhirnya setelah kita saling update kabar masing-masing dan banyak tertawa tentang masa lalu, masa kini dan masa depan, gue antar doi sampe stasiun Manggarai dan gue pulang ke Bekasi (yeah, planet yang itu). Karena waktu sudah malam saat sampai rumah maka akhirnya novel  tersebut gue baca esok harinya.

Genre sahabat gue ini adalah fiksi tentang konspirasi korporasi, dan kali ini mengangkat suatu grup konglomerasi Prayoga yang dipimpin oleh CEO nya Sigit Prayoga yang flamboyan serta mulai terjun dalam dunia politik (saya jadi inget ARB). Kesan konflik awal yang akan dibangun adalah perebutan kekuasaan menjadi  pewaris trah Prayoga, yang gue jadi inget serial televisi Empire. Namun ternyata saya salah, konflik yang dibangun ternyata lebih kompleks dari itu. Jujur gue menikmati lembar tiap lembar yang gue baca, dimana karakter dan cerita lebih natural dan mengalir dibandingkan dengan novel sebelumnya yang tersentralisasi di tokoh utama. Tiap tokoh punya karakter yang kuat serta cerita latar belakang masa lalu masing-masing yang dikupas meskipun hanya sekilas.

Namun cerita yang dibangun sebenarnya terlalu kompleks untuk dituangkan dalam 338 halaman, sehingga banyak cerita dan detail yang kurang tergali serta tempo yang relatif cepat untuk membangun konflik hingga sampai ending klimaksnya (tidak yakin apakah karena gue bacanya langsung dalam semalam sehingga terasa sebentar atau memang kurang panjang), mungkin pas kalau tebalnya seperti novel-novel Dan Brown. Ide cerita yang bagus dan sebenarnya dapat dikembangkan menjadi serial atau ide gilanya dapat dijadikan novel grafik aka komik.

Nice work pal! Novel kedua yang keren dan menurut gue adalah sebuah improvement dari novel pertama. Gue harap Tsugaeda seiring dengan jam terbang bisa menghasilkan banyak lagi novel yang Insya Allah ada yang diangkat di layar lebar. Someday Gus, Someday.

*Thank You for the catchup and the joke, we’ll laugh together again soon when your 3rd book published Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under buku