Nikmatnya Menggunakan 1 Ponsel

ponsel

Beberapa waktu yang lalu saya selalu mempunyai paling tidak dua ponsel atau bahkan tiga. Yang pertama adalah menampung nomor lama saya sejak kuliah memakai Indosat, kemudian untuk nomor keluarga menggunakan XL, dan yang terakhir flexi untuk telpon murah ke rumah. Memelihara beberapa ponsel itu sangat repot, apalagi bila kepala chargernya berbeda-beda. Membawa dua ponsel saja sudah repot, apalagi membawa dua chargernya hiiiii,,, nightmare lah pokoknya,,,,,.

Sampai pada saat saya memiliki dua ponsel, satu ponsel layar sentuh yang memiliki fasilitas dual sim card dan satu ponsel CDMA untuk flexi, dan pada suatu pagi saya berangkat dari kantor naik sepeda motor dan menemukan bahwa ponsel CDMA saya hilang jatuh di jalan. Panik? Jelas. Bingung? iyessss,,,,,. Tetapi karena malas beli ponsel CDMA lagi akhirnya saya menggunakan satu ponsel saja meskipun masih dua operator, ternyata menyenangkan juga karena saya tidak perlu tas kecil lagi untuk bawa ponsel saya kemana-mana, cukup satu di kantong.

Akhirnya saya ikhlaskan ponsel flexi beserta nomornya yang masih terdapat pulsa 50.000 rupiah, bagi anda yang masih menggunakan beberapa ponsel saya sarankan mengikuti jejak saya dan rasakan perbedaannya 🙂

Apalagi menurut pengalaman saya, orang dengan ponsel lebih dari satu itu malah cenderung lebih susah dihubungi, bagaimana dengan pengalaman anda?

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under sightseeing

Perbaiki atau Beli Baru?

Apabila barang kita rusak baik ringan maupun berat, maka kita mempunyai dua pilihan yaitu memperbaiki atau membeli barang sejenis yang baru. Manakah pilihan yang lebih ekonomis? Mungkin beberapa pengalaman saya di bawah bisa menjadi contoh.

Saya mempunyai motor bebek tahun 2007, hampir 7 tahun sudah menemani saya di Jakarta. odometer menunjukkan 52.000 KM atau bila di rata-rata telah berjasa mengantar saya sekitar kurang lebih 25 KM per hari. Dan selayaknya kendaraan yang sudah berumur, sepeda motor ini mulai bermasalah. Mulai dari lampu dekat yang tidak nyala karena kerusakan elektrikal, banyak bunyi-bunyi asing, dan indikator bahan bakar yang mulai ngaco.

Beberapa waktu lalu saya servis di bengkel milik sepupu istri saya di bilangan Jatiwaringin, ternyata ada beberapa sparepart yang rusak lalu saya meminta untuk diganti saja. Ternyata memakan biaya sekitar 600 ribu. Motor jadi lebih enak dikendarai dan bunyi-bunyi asing pun berkurang. Servis besar saya yang pertama sejak 5 tahun terakhir.

Ternyata setelah melihat harga motor sejenis, untuk harga baru sekitar 16 jutaan, sedangkan harga pasar untuk motor saya sekitar 6 juta. Lalu saya berpikir, manakah yang lebih ekonomis antara menjual motor lama dan membeli motor baru atau mempertahankan motor lama.

Setelah pengamatan yang (tidak begitu) mendalam disertai tanya jawab dengan beberapa montir, perawatan sepeda motor tidak terlalu mahal dan rumit. Katakanlah saya menyisihkan 50 ribu sebulan atau  600 ribu setahun untuk pemeliharaan motor, sudah lebih dari cukup. Hal ini jauh sekali dibandingkan dengan selisih harga motor yang mencapai 10 jutaan. Selama kerusakan sepeda motor masih dalam tahap ringan dan wajar menurut saya lebih baik dipertahankan karena replacement cost yang cukup tinggi.

Lain lagi dengan ponsel, suatu ketika ponsel saya jatuh ke dalam kubangan dan terendam air untuk beberapa lama. Setelah itu ternyata mati total. Untuk memperbaikinya saya rasa lebih dari harga pasarnya yang hanya sekitar 700 ribu, karena pasti akan ganti IC, LCD, dll. Sedangkan untuk membeli baru hanya dibutuhkan dana sekitar 700 ribu – 1 juta. Intinya adalah dana dan usaha yang dikeluarkan untuk memperbaikinya lebih besar daripada membeli baru. Akirnya saya putuskan untuk membeli baru ponsel seharga 999 ribu.

Sparepart ponsel berbeda dengan sparepart berkala seperti sepeda motor, mereka lebih spesifik dan jarang langsung ready stock.

Bagaimana dengan anda? 🙂

5 Komentar

Filed under Gw Aku Kula Ambo

Usaha Sendiri, Bekerja Tanpa Bos?

Seiring meningkatnya kesejahteraan dan boomingnya kelas menengah di Indonesia, banyak orang yang menawarkan seminar menjadi kaya. Banyak jalurnya baik dari trading saham, komoditas, forex, properti modal dengkul, cara cepat jadi pengusaha dll. Intinya mereka menjual mimpi melalui seminar-seminar yang biasanya harganya lumayan mahal. Saya fokus di dalam kewirausahaan, banyak dari seminar tersebut medorong untuk segera action, seperti meninggalkan pekerjaan dan menikmati kebebasan menjadi wirausaha, tanpa bos, bisa berangkat siang, dll. Banyak dari peserta yang terbuai dengan pola pikir tersebut.

Banyak orang berpikir dengan berwirausaha kita tidak akan bos yang memberi kita tugas, ini adalah hal yang kurang tepat. Karena dengan berwirausaha, bos kita malah akan bertambah banyak. Mereka adalah

1. Konsumen

Pelanggan adalah Raja, frase ini menunjukkan bahwa pelanggan bahwa malah pelanggan lebih dari sekedar bos, tapi adalah raja. Konsumen adalah Bos yang paling utama yang harus dilayani, pelanggan tidak akan datang dengan sendirinya tapi dengan segala usaha dan upaya kita agar mereka mau membeli barang atau menggunakan layanan kita.  Kita harus mengerti kebutuhan mereka, pastikan mereka mau kembali sebagai konsumen berulang. Apabila pelanggan yang datang tidak kembali, kita harus bertanya-tanya terhadap layanan atau kualitas barang yang kita berikan.

2. Karyawan

Karyawan adalah salah satu faktor penentu dalam usaha. Menurut saya, hal paling sulit dalam usaha adalah manajemen SDM, bagaimana posisi kita sebenarnya adalah kita sebagai pemilik bisnis melayani mereka, agar mereka para karyawan dapat bekerja dengan baik untuk kelancaran bisnis kita. Bagaimana kita dapat bertindak sebagai pemimpin dan manajer yang baik.

3. Rekan Kerja (Pemasok dan Distributor)

Di beberapa tempat, khususnya perusahaan atau kantor yang berpola pikir feodal (biasanya perusahaan atau kantor pemerintah) beranggapan pemasok atau penyedia barang/jasa mempunyai posisi yang lebih rendah karena mereka yang punya proyek dan mereka yang menerima pembayaran. Sehingga mereka biasanya memperlakukannya semena-mena seperti melakukan pungutan yang cukup besar atau membayar barang yang mereka pasok dengan harga murah (e.g. pabrik tebu). Hal seperti ini perlu ditinggalkan, bagaimana seharusnya kita bertindak sebagai pihak yang setara, partner, bukan hubungan atasan bawahan. Bagaimana kita dengan efisien mendapatkan barang sesuai dengan kualitas yang kita cari dan membayar dengan harga yang efisien. Sudah tidak ada lagi tempat untuk korupsi.

4. Investor

Tujuan perusahaan modern dewasa ini adalah memaksimalkan nilai perusahaan atau kemakmuran pemegang saham. Bagaimana langkah kita meyakinkan mereka bahwa keputusan yang kita buat dalam jangka pendek atau panjang adalah untuk memajukan perusahaan. Atau bila masih dalam tahap mencari investor, bagaimana kita dapat meyakinkan mereka agar menerima ide kita dan menanamkan uangnya di perusahaan kita.

5. Pemerintah

Pemerintah berkepentingan terhadap usaha kita, terutama masalah pajak. Bagaimana kita sebagai warganegara yang baik sudah seharusnya taat pajak. Penggelapan pajak adalah kejahatan serius yang berujung pidana, saran saya adalah bayarlah pajak dengan tertib. Karena sesuai dengan PP 46 2013 mengenai Pajak UMKM hanya dikenakan 1% dari omset, saya rasa apabila bisnis UMKM tersebut marginnya cukup tinggi maka 1% akan terasa kecil.

6. Masyarakat

Jadilah lentera yang menerangi. Akan lebih baik jika usaha kita dapat memberikan nilai tambah kepada masyarakat dan lingkungan. Karena apabila usaha kita dianggap mengganggu maka mereka dapat menuntut ditutupnya usaha kita. Baru-baru ini beberapa usaha warnet ditutup karena meresahkan warga sekitar yang anaknya bermain tanpa kenal waktu.

Bagaimana? Lumayan kan? Apabila di kantor atasan hanya satu, apabila membuka usaha kita harus banyak mengakomodir kepentingan atasan-atasan kita tersebut. Anda mau buka usaha dengan motif agar bisa bersantai-santai? Coba dipikir lagi 🙂

1 Komentar

Filed under career, perencanaan keuangan

Flappy Bird, Potret Sebuah Ketakutan dalam Kesuksesan

Flappy Bird, menjadi salah satu game terpopuler di awal tahun 2014 ini karena telah diunduh lebih dari 50 juta kali. Game yang simpel dan susah susah gampang untuk dimainkan, permainan ini oleh pembuatnya, Dong Nguyen dirancang sebagai mengisi waktu di kala senggang. Namun semenjak jumlah pengunduh yang semakin meningkat dan semakin banyak yang mengetahui email dan akun twitter pribadinya, banyak yang mengirim email dan twitter dan berkata bahwa permainan tersebut telah “menghancurkan” hidup mereka karena mereka terobsesi dan memainkan permainan tersebut terus menerus, bahkan ada beberapa yang telah membanting ponselnya. Saking banyaknya keluhan tersebut sampai Dong Nguyen dalam akun twitternya @dongatory berkata bahwa dia telah membenci permainan tersebut karena mengganggu hidupnya, meskipun menghasilkan USD 50.000 per hari dari pendapatan iklan.

I can call ‘Flappy Bird’ is a success of mine. But it also ruins my simple life. So now I hate it.”

Karena banyaknya keluhan tersebut, Dong Nguyen akhirnya mengumumkan pencabutan Flappy Bird tersebut dari AppStore dan Playstore pada tanggal 8 Februari 2014

“I am sorry ‘Flappy Bird’ users, 22 hours from now, I will take ‘Flappy Bird’ down. I cannot take this anymore.”

“It is not anything related to legal issues. I just cannot keep it anymore.”

“I also don’t sell ‘Flappy Bird’, please don’t ask.”

“And I still make games.”

Kenyataannya setelah dicabut dari Store, kita masih bisa mendapat game tersebut dari sumber alternatif sehingga penghasilan Dong Nguyen nampaknya belum akan berkurang.

Yang saya tangkap dari tulisan Dong Nguyen adalah dia terganggu dengan berkembangnya permainan tersebut menjadi terlalu adiktif dan tidak sesuai dengan tujuannya semula, hal tersebut mengganggu kehidupan pribadinya sehingga menjadi sorotan publik dan dia kurang senang dengan hal tersebut. Ternyata tidak semua orang suka dengan kekayaan dan ketenaran, Dong Nguyen memilih untuk hidup secara sederhana.

Untuk Download Apk Flappy Bird 1.3 klik link di bawah ini

http://adf.ly/djynB

Tinggalkan komentar

Filed under sightseeing

Pengembalian Uang dari Agoda

Dalam perjalanan menuju Malang bulan Desember kemarin, saya dan keluarga memutuskan untuk singgah di Solo. Karena tidak ada rencana untuk singgah maka kita buru-buru pesan di Agoda via aplikasi di ponsel. Kemudian kita cek in di hotel sekitar pukul 11.00 dan keluar ba’da subuh. Tidak ada yang janggal, kecuali pada saat cek in istri saya ditanya apakah saya memesan 3 kamar padahal kita hanya memesan 1 kamar.

Screenshot_2013-12-20-19-22-44

Hari-hari berlalu dan saya disms bank penerbit kartu kredit saya seperti gambar di bawah ini

Screenshot_2014-01-09-15-55-33 Ahirnya saya telepon ke call center kartu kredit tersebut dan mengkonfirmasi yang terdebit adalah 900 ribu, 3 kali lipat dari yang seharusnya hanya 300 ribu. Saya telpon ke hotel, resepsionis bilang bahwa pemesanan tersebut sudah terdaftar dan sudah terbayar sehingga tidak dapat dibatalkan.

Sudah putus asa, akhirnya saya sampaikan komplain ke Agoda di situsnya. dan sekitar 2 minggu kemudian Alhamdulillah di refund kelebihan bayar sebesar Rp. 300.080,- x 2.

Screenshot_2014-01-09-15-56-27Benang merahnya menurut saya adalah apabila anda merasa dirugikan, janganlah hanya diam dan menerima nasib. Lebih baik kita berusaha dan mencoba yang kita bisa, insya Allah diberikan jalan.

Tinggalkan komentar

Filed under bisnis, piece of mind

Ketika Kanker Menyapa

sumber: http://cryptomonadales.net/

Kanker Ovarium

Hari Senin, tanggal 21 November 2013 Ibu menelepon dan mengabarkan bahwa tumor yang berada di ovarium adalah termasuk jenis tumor ganas. Subhanallah, kaget setengah mati. Memang ibu sedang tidak sehat beberapa bulan terakhir ini, terutama HB yang cenderung turun dan badan terasa lemas. Sehingga pada bulan Desember saya dan istri bolak balik Jakarta – Malang untuk menemani Ibu saat menjalani kemoterapi, yang Alhamdulillah pengobatannya dicover oleh AsKes sehingga hanya sedikit mengeluarkan biaya.

Alhamdulillah kondisi sudah semakin baik, tanggal 21 Desember 2013 yang lalu telah menjalani kemoterapi ke-dua dan efek sampingnya tidak seberat kemoterapi pertama.

Mohon doa untuk kesembuhan Ibu ya teman-teman, dan juga untuk teman-teman yang berjuang melawan penyakit degeneratif ini.

Wassalam

6 Komentar

Filed under piece of mind

Biografi Saku Pendiri Tao Kae Noi. Ittipat “Tob”

Apakah anda pernah menonton film Thailand berjudul “Billionaire” yang berdasarkan kisah nyata pengusaha makanan ringan? Apabila jawabannya ya maka anda pasti familiar dengan nama dan makanan ringan tersebut. Kisahnya sangat inspiratif, bagaimana membangun sebuah usaha kecil dan akhirnya mendapat leverage dengan dibantu oleh sistem distribusi yang mumpuni oleh jaringan 7/11.

Dalam buku kecil yang merupakan bonus apabila anda membeli Tao Kae Noi Seaweed di jaringan 7/11 ini, kita bisa membaca bagaimana usaha Tob untuk mengatasi masalah dan rintangan yang acap dihadapi oleh pengusaha UKM dan menjadi besar. Bagaimana kebiasaan-kebiasaan kecil yang dapat mengubah hal-hal besar.

download  http://adf.ly/V2kao

Tinggalkan komentar

Filed under bisnis