Category Archives: sightseeing

Nikmatnya Menggunakan 1 Ponsel

ponsel

Beberapa waktu yang lalu saya selalu mempunyai paling tidak dua ponsel atau bahkan tiga. Yang pertama adalah menampung nomor lama saya sejak kuliah memakai Indosat, kemudian untuk nomor keluarga menggunakan XL, dan yang terakhir flexi untuk telpon murah ke rumah. Memelihara beberapa ponsel itu sangat repot, apalagi bila kepala chargernya berbeda-beda. Membawa dua ponsel saja sudah repot, apalagi membawa dua chargernya hiiiii,,, nightmare lah pokoknya,,,,,.

Sampai pada saat saya memiliki dua ponsel, satu ponsel layar sentuh yang memiliki fasilitas dual sim card dan satu ponsel CDMA untuk flexi, dan pada suatu pagi saya berangkat dari kantor naik sepeda motor dan menemukan bahwa ponsel CDMA saya hilang jatuh di jalan. Panik? Jelas. Bingung? iyessss,,,,,. Tetapi karena malas beli ponsel CDMA lagi akhirnya saya menggunakan satu ponsel saja meskipun masih dua operator, ternyata menyenangkan juga karena saya tidak perlu tas kecil lagi untuk bawa ponsel saya kemana-mana, cukup satu di kantong.

Akhirnya saya ikhlaskan ponsel flexi beserta nomornya yang masih terdapat pulsa 50.000 rupiah, bagi anda yang masih menggunakan beberapa ponsel saya sarankan mengikuti jejak saya dan rasakan perbedaannya 🙂

Apalagi menurut pengalaman saya, orang dengan ponsel lebih dari satu itu malah cenderung lebih susah dihubungi, bagaimana dengan pengalaman anda?

Tinggalkan komentar

Filed under sightseeing

Flappy Bird, Potret Sebuah Ketakutan dalam Kesuksesan

Flappy Bird, menjadi salah satu game terpopuler di awal tahun 2014 ini karena telah diunduh lebih dari 50 juta kali. Game yang simpel dan susah susah gampang untuk dimainkan, permainan ini oleh pembuatnya, Dong Nguyen dirancang sebagai mengisi waktu di kala senggang. Namun semenjak jumlah pengunduh yang semakin meningkat dan semakin banyak yang mengetahui email dan akun twitter pribadinya, banyak yang mengirim email dan twitter dan berkata bahwa permainan tersebut telah “menghancurkan” hidup mereka karena mereka terobsesi dan memainkan permainan tersebut terus menerus, bahkan ada beberapa yang telah membanting ponselnya. Saking banyaknya keluhan tersebut sampai Dong Nguyen dalam akun twitternya @dongatory berkata bahwa dia telah membenci permainan tersebut karena mengganggu hidupnya, meskipun menghasilkan USD 50.000 per hari dari pendapatan iklan.

I can call ‘Flappy Bird’ is a success of mine. But it also ruins my simple life. So now I hate it.”

Karena banyaknya keluhan tersebut, Dong Nguyen akhirnya mengumumkan pencabutan Flappy Bird tersebut dari AppStore dan Playstore pada tanggal 8 Februari 2014

“I am sorry ‘Flappy Bird’ users, 22 hours from now, I will take ‘Flappy Bird’ down. I cannot take this anymore.”

“It is not anything related to legal issues. I just cannot keep it anymore.”

“I also don’t sell ‘Flappy Bird’, please don’t ask.”

“And I still make games.”

Kenyataannya setelah dicabut dari Store, kita masih bisa mendapat game tersebut dari sumber alternatif sehingga penghasilan Dong Nguyen nampaknya belum akan berkurang.

Yang saya tangkap dari tulisan Dong Nguyen adalah dia terganggu dengan berkembangnya permainan tersebut menjadi terlalu adiktif dan tidak sesuai dengan tujuannya semula, hal tersebut mengganggu kehidupan pribadinya sehingga menjadi sorotan publik dan dia kurang senang dengan hal tersebut. Ternyata tidak semua orang suka dengan kekayaan dan ketenaran, Dong Nguyen memilih untuk hidup secara sederhana.

Untuk Download Apk Flappy Bird 1.3 klik link di bawah ini

http://adf.ly/djynB

Tinggalkan komentar

Filed under sightseeing

Cek Meteran PLN anda!

Beberapa waktu yang lalu kolega saya di kantor, sebut saja Ari  mengontrak rumah untuk dijadikan usaha Pendidikan Anak Usia DIni (PAUD), setelah berjalan hampir dua tahun ada petugas PLN piket mengecek meteran listrik rumah tersebut. Akhirnya setelah dilihat bersama-sama terdapat lubang sebesar jarum, yang berarti meteran tersebut telah dimanipulasi. Yang mencengangkan adalah hal tersebut berujung denda yang dikenakan PLN kepada pelanggannya sebesar 15 juta rupiah karena telah terbukti memanipulasi meteran. Karena Ari tidak merasa melakukan manipulasi tersebut sehingga kemungkinan yang melakukannya adalah pemilik atau pihak penyewa sebelumnya. Tindakan yang dilakukan adalah menegoisasi pemilik rumah agar ikut membayar sebagian denda serta mengusahakan agar dendanya dapat dicicil.

Pelajaran yang dapat kita ambil adalah kita sebelum membeli atau menyewa rumah hendaknya mengecek terlebih dahulu segel dan normalitas meteran listrik, agar apabila ada razia dari petugas PLN tidak terkena kasus seperti ini yang ujung-ujungnya denda yang lumayan besar.

Demikian sharing saya, semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar

Filed under bisnis, piece of mind, sightseeing

Bye Bye Blackberry!

Minggu Malam kemarin adalah hari terakhir saya memegang ponsel Blackberry (BB) Pearl 3G berwarna Black to Red kesayangan saya yang dibeli pada Oktober 2011. Barang tersebut saya lego karena jarang dipakai karena telah tergantikan oleh HP Android Samsung Galaxy Y Pro second yang hanya saya beli sekitar Rp. 700.000,- . Seiring dengan pamor BB yang mulai menurun dan semakin banyak kawan yang mulai meninggalkan BB, maka saya memutuskan untuk tidak menggunakannya lagi. Memang masih ada grup-grup diskusi yang bagus namun jadi kurang bermanfaat karena BB tersebut lebih banyak ditinggal di rumah. Faktor yang membuat saya jarang memakainya adalah OSnya yang agak lambat dan sering sekali harus cabut batere, yang  mengganggu juga adalah keharusan adanya paket dalam menggunakan komunikasinya.

BB tersebut saya beli pada Oktober 2011 seharga Rp. 2.499.000,- dan akhirnya saya jual seharga Rp. 1.100.000,- pada Juli 2013. Hal tersebut menggambarkan bahwa barang elektronik khususnya ponsel merupakan investasi yang buruk karena nilainya semakin turun.

Karena BB tersebut telah dijual maka PIN BB 267710CC juga tidak dipakai lagi, Bye Bye Blackberry!

4 Komentar

Filed under sightseeing

Tips Membeli Gadget


Gadget seperti Ponsel, Laptop, Tablet bukan merupakan barang asing lagi di gaya hidup modern sekarang. Berikut beberapa tips yang perlu dipertimbangkan dalam mencari dan membeli gadget yang cocok

1. Sesuai Kebutuhan

Saya ingat sekali pada tahun 2009 saat saya akan membeli laptop, saya bertanya pada kawan yang bergerak di bidang IT. “Mas, laptop yang bagus apa ya?” Lalu dia menjawab, “Loh, tergantung. Kamu mau pake buat apa?”. Jujur dulu saya tidak mengerti, dulu menurut saya laptop yang bagus adalah speknya tinggi, layarnya tajam, prosesor cepat dll. Tetapi seiring waktu saya mengerti bahwa spek yang tinggi tersebut bukan segalanya, jadi bukan saya yang mengikuti spek gadget tapi gadget lah yang menyesuaikan kebutuhan saya. Contoh, saya butuh laptop untuk mengetik dan browsing, tentu saya tidak perlu VGA 1 GB, Processor Terbaru, Layar super besar dan jernih. Tapi ternyata cukup diakomodir oleh netbook yang bahkan tidak memenuhi kriteria di atas. Hal yang sama juga terjadi pada Ponsel, apabila ada keluaran Iphone ato Samsung terbaru dan ada keinginan untuk membelinya. Mungkin perlu ditanyakan kembali apa kelebihannya dibandingkan ponsel yang lama dan apakah anda benar~benar membutuhkannya? Jadi pada saat anda membeli gadget, tanyakanlah pada diri kita sendiri “apa sih kebutuhan gua, dan gadget seperti apa yang kita butuhkan?“.

2. Jangan Pikir Nilai Jual Kembali

Gadget dan barang elektronik merupakan investasi yang buruk. Saya pernah membeli ponsel seharga 2,5 juta menyicil selama 12 bulan dan saat lunas, harganya apabila dijual hanya 1 juta dan sudah jarang saya pakai lagi karena sudah tidak sesuai kebutuhan saya lagi. Sejak itu saya sampai saat ini tidak mau membeli ponsel dengan harga lebih dari 1,5 juta. Karena semakin tinggi harga gadget, turunnya biasanya akan semakin drastis dan bikin sakit hati. Belilah gadget sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan jangan pikirkan nilai jual kembali.

3. Teguhlah Pada Prinsip, Jangan Ikut-ikutan

Kebanyakan dari kita, terutama adik adik yang masih pelajar banyak yang membeli sesuatu karena ikut-ikutan dan merasa tidak ngetren kalo belum punya gadget tertentu. Hal ini sungguh tidak sehat karena pertemanan akan dinilai dari gadget, banyak cerita siswa smp/sma mau jual diri hanya karena diiming2I gadget oleh pria hidung belang. Percaya dirilah bahwa tanpa gadget yang lagi ngetrenpun kita bisa terus hidup dan berteman dengan siapapun.

4. Perhatikan Pelayanan Purna Jual Gadget 

Lakukanlah riset kecil-kecilan dalam mengamati pelayanan servis dan sparepart apabila terjadi kerusakan. Biasanya merk-merk baru kurang dapat bersaing dalam pelayanan purna jual karena jaringan counternya belum terlalu kuat dan solid. Pilihlah merek yang mempunyai jaringan purna jual yang luas dan pelayanan yang mumpuni sehingga apabila terjadi kerusakan dapat dilayani dengan baik.

Demikian tulisan dari saya, semoga dapat membantu teman-teman melakukan pertimbangan dalam membeli gadget yang sesuai budget

5 Komentar

Filed under piece of mind, sightseeing

Prihatin Nasib Dokter di Indonesia

Yang pertama kali terbayang oleh saya saat mendengar profesi dokter adalah profesi yang mulia, sekolahnya mahal dan susah. Hanya orang terpilih yang bisa sekolah di Fakultas Kedokteran, karena passing grade masuk tinggi dan uang pangkal yang biasanya PALING MAHAL diantara fakultas yang lain. Kalo kata kawan saya di Malang, masuknya susah keluarnya juga susah. Ketika sudah lulus, dengan risiko pekerjaan yang sangat besar seperti Malpraktik atau Tertular Penyakit Menular dari pasien tetapi penghasilan tidak sebanding dengan tingkat kesulitan Sekolah dan Risiko Pekerjaannya. Bahkan di artikel Jawa Pos ini mengungkapkan bahwa 70% dokter anggota IDI tidak sejahtera.

Menurut yang dilakukan di artikel “Orang Yang Disebut Dokter Umum” gaji dokter di klinik/RS Swasta adalah 150-300 ribu rupiah per hari dengan jam kerja 8 hingga 24 jam sehari tetapi ada juga yang berkerja 3 x 24 jam seminggu namun hanya menerima penghasilan 900 ribu per bulan. Teman istri saya juga buka klinik dengan uang duduk 14o ribu untuk 12 jam kerja sehari, nominal tersebut terlihat kecil namun cukup tinggi daripada pasaran yang ada. Rata-rata sekitar 200 ribu untuk jaga 24 jam penuh.

Untuk di kota besar memang persaingan klinik kesehatan sangat ketat dan banyak sehingga pasiennya pun berkurang, hal ini yang menyebabkan gaji dokter menjadi murah karena klinik/RS tidak sanggup membayar mahal. Lalu bagaimana dengan di daerah? Menurut pengalaman Kakak Ipar paman saya, apabila praktek di puskesmas daerah tujuannya adalah mengabdi. Dimana dengan penghasilan pas-pasan dan pasiennya yang rata-rata dari penduduk kurang mampu, sehingga dokter biasanya dibayar dengan beras dan buah-buahan hasil bumi. Namun secara umum kondisinya lebih baik daripada dokter umum di kota besar dengan tuntutan hidup yang begitu besar, sedangkan di daerah hidup lebih tenang. Sedangkan dokter PTT yang di daerah Terpencil berkisar antara 1.8 jt dan Sangat Terpencil sekitar 6.7 jt dan beberapa daerah yang memberikan Insentif, namun pembayarannya pun sering nunggak hingga 3 bulan lebih dan belum dipotong biaya hidup yang mahal. Masih ingat kasus di Jakarta pasien di Puskesmas dan RSUD membludak karena digratiskan, sedangkan infrastruktur belum memadai hingga tidak tertangani. Siapa yang disalahkan? Dokter dianggap arogan karena tidak menerima pasien, padahal memang sudah penuh dan tidak dapat menampung.

Bisa terbayang, keluarga menengah yang membanting tulang untuk membayar kuliah anaknya di FK dengan harapan tinggi, namun mereka lupa bahwa zaman sudah berubah. Suplai dokter umum  sudah banyak dan pemerintah kurang memperhatikan kesejahteraannya.  Oleh karena itu dokter sebenarnya perlu dibekali dengan ilmu kewirausahaan dan branding, agar dapat memasarkan keahliannya dengan cara berbeda. Seperti membuka klinik kecantikan, laboratorium, atau klinik kerjasama dengan asuransi, menyesuaikan dengan kebutuhan pasar di daerahnya.

Kesimpulannya adalah zaman sekarang apabila mencari uang maka janganlah jadi dokter umum biasa, tapi jadilah dokter yang pandai memanfaatkan peluang atau dokter spesialis.

Demikian, mohon maaf apabila pernyataan yang mengganggu atau menyinggung

3 Komentar

Filed under sightseeing

Indahnya Bisnis Bagi Hasil

Berikut tulisan saya kutip dari harian Investor Daily, isinya bagus sayang tidak dapat ditemukan di internet. Opini berikut ditulis oleh Bpk. Hanif, Dosen dan peneliti pada Kwik Kian Gie School of Business Jakarta.

ilustrasi: Restoran padang

Wikipedia (2012) menyebutkan, jaringan rumah makan Padang tersebar luas hampir di seluruh pelosok Indonesia, bahkan ke luar negeri, mulai dari skala warung kecil hingga restoran mewah. Masih menurut Wikipedia, jaringan rumah makan Padang di daerah sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) saat ini diperkirakan sebanyak 20.000 outlet.

Sebagian besar rumah makan Padang ini menerapkan system bagi hasil, dan dikelola dengan pendekatan budaya Minangkabau yang demokratis. Ini sesuai dengan pepatah Minang barek samo dipikua dan ringan samo dijinjiang (pemilik dan karyawan sama-sama menanggung risiko atas naik dan turunnya laba). Baca lebih lanjut

6 Komentar

Filed under piece of mind, sightseeing