Category Archives: piece of mind

Gratifikasi

maxresdefaultUntuk profesional yang berkecimpung dalam bidang procurement (pengadaan), purchasing (pembelian), atau apapun yang terkait dengan pihak ketiga (vendor) baik di lingkungan pemerintah maupun swasta biasanya tidak asing dengan godaan gratifikasi.

Gratifikasi sendiri merupakan salah satu bentuk korupsi dan telah dilakukan penindakan dan pencegahan oleh KPK, namun terbatas hanya pada kasus yang melibatkan pejabat publik. Padahal definisi gratifikasi tidak terbatas pada kasus yang melibatkan pejabat publik, namun juga termasuk sektor swasta.

http://www.hukumonline.com/berita/baca/hol21210/suap-di-sektor-swasta-belum-terjamah-hukum

http://www.andaka.net/blog/gratifikasi-dokter-kenali-dan-hindari/

https://www.controlrisks.com/~/media/Public%20Site/Files/PDF/ABC_Policy.pdf

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under piece of mind, Uncategorized

Kredit Pemilikan Rumah aka KPR aka “Mortgage” (1)

Pangan, Sandang, dan Papan merupakan kebutuhan primer manusia, urgensinya adalah sesuai dengan urutannya. Pangan terlebih dahulu untuk energi , Sandang untuk menutup aurat, serta Papan untuk tempat tinggal dan berteduh. Nah, menurut survei BPS menerangkan bahwa secara per kapita penduduk kita rata-rata menyisihkan 20% dari penghasilannya untuk tempat tinggal/papan. Nah bagaimana dengan kita? Kalo masih tinggal di rumah orang tua ataupun pondok mertua indah pasti masih 0% dong, hehehehe. Namun bagi yang sudah beli rumah sendiri atau ngekos pasti merasakan pengeluaran yang lumayan.

Kenaikan harga rumah memang sudah hampir di luar kewajaran, kemarin saya keliling mencari rumah yang dijual, ada dua perilaku yang saya tangkap.

Yang pertama untuk para penjual rumah second, mereka cenderung menilai tinggi harga rumah mereka dibandingkan dengan harga pasarBagaimana mungkin rumah di Jakarta namun harus masuk gang sempit yang bahkan mobil tidak dapat masuk dihargai hampir 1 milyar, seriously selain tidak bisa dibeli melalui mekanisme KPR saya rasa orang yang mempunyai uang kas sebanyak itu akan mencari lokasi yang lebih baik.

Yang kedua, untuk penjual rumah baru atau pengembang biasanya menggunakan teknik marketing untuk mendongkrak harganya, biasanya berkata bahwa yang tersedia hanya tinggal 2 unit padahal masih banyak yang belum terjual atau menakut-nakuti konsumen bahwa besok harga naik sehingga secara psikologis membuat calon konsumen merasa harus cepat-cepat deal agar tidak kehabisan dan mendapatkan harga yang terbaik.

Kok jadi curcol nih, maklum sebulan kemarin banyak keliling mencari rumah sehingga masih agak kesal sama penjual-penjual tersebut yang kami rasa sudah overprice. Bersambung dulu yaaaa ke post selanjutnyaaaa……..

Tinggalkan komentar

Filed under piece of mind

Pengembalian Uang dari Agoda

Dalam perjalanan menuju Malang bulan Desember kemarin, saya dan keluarga memutuskan untuk singgah di Solo. Karena tidak ada rencana untuk singgah maka kita buru-buru pesan di Agoda via aplikasi di ponsel. Kemudian kita cek in di hotel sekitar pukul 11.00 dan keluar ba’da subuh. Tidak ada yang janggal, kecuali pada saat cek in istri saya ditanya apakah saya memesan 3 kamar padahal kita hanya memesan 1 kamar.

Screenshot_2013-12-20-19-22-44

Hari-hari berlalu dan saya disms bank penerbit kartu kredit saya seperti gambar di bawah ini

Screenshot_2014-01-09-15-55-33 Ahirnya saya telepon ke call center kartu kredit tersebut dan mengkonfirmasi yang terdebit adalah 900 ribu, 3 kali lipat dari yang seharusnya hanya 300 ribu. Saya telpon ke hotel, resepsionis bilang bahwa pemesanan tersebut sudah terdaftar dan sudah terbayar sehingga tidak dapat dibatalkan.

Sudah putus asa, akhirnya saya sampaikan komplain ke Agoda di situsnya. dan sekitar 2 minggu kemudian Alhamdulillah di refund kelebihan bayar sebesar Rp. 300.080,- x 2.

Screenshot_2014-01-09-15-56-27Benang merahnya menurut saya adalah apabila anda merasa dirugikan, janganlah hanya diam dan menerima nasib. Lebih baik kita berusaha dan mencoba yang kita bisa, insya Allah diberikan jalan.

Tinggalkan komentar

Filed under bisnis, piece of mind

Ketika Kanker Menyapa

sumber: http://cryptomonadales.net/

Kanker Ovarium

Hari Senin, tanggal 21 November 2013 Ibu menelepon dan mengabarkan bahwa tumor yang berada di ovarium adalah termasuk jenis tumor ganas. Subhanallah, kaget setengah mati. Memang ibu sedang tidak sehat beberapa bulan terakhir ini, terutama HB yang cenderung turun dan badan terasa lemas. Sehingga pada bulan Desember saya dan istri bolak balik Jakarta – Malang untuk menemani Ibu saat menjalani kemoterapi, yang Alhamdulillah pengobatannya dicover oleh AsKes sehingga hanya sedikit mengeluarkan biaya.

Alhamdulillah kondisi sudah semakin baik, tanggal 21 Desember 2013 yang lalu telah menjalani kemoterapi ke-dua dan efek sampingnya tidak seberat kemoterapi pertama.

Mohon doa untuk kesembuhan Ibu ya teman-teman, dan juga untuk teman-teman yang berjuang melawan penyakit degeneratif ini.

Wassalam

6 Komentar

Filed under piece of mind

When Your High School Friend Wrote a Novel @tsugaeda

sumber: bentang pustaka

Rencana Besar

Penulis : Tsugaeda

Penyunting : Pratiwi Utami

Penerbit : Bentang Pustaka (Pustaka Populer)

ISBN : 9786027888654

Harga : Rp 58.000,-

————————————————————-

Rifad Akbar. Pemimpin Serikat Pekerja yang sangat militan dalam memperjuangkan kesejahteraan rekan-rekannya.

Amanda Suseno. Pegawai berprestasi yang mendapat kepercayaan berlebih dari pihak manajemen.

Reza Ramaditya. Pegawai cerdas yang tiba-tiba mengalami demotivasi kerja tanpa alasan jelas.

Lenyapnya uang 17 miliar dari pembukuan Universal Bank of Indonesia menyeret tiga nama itu ke dalam daftar tersangka. Seorang penghancur, seorang pembangun, dan seorang pemikir dengan motifnya masing-masing. Penyelidikan serius dilakukan dari balik selubung demi melindungi reputasi UBI.

Akan tetapi, bagaimana jika kasus tersebut hanyalah awal dari sebuah skenario besar?  Keping domino pertama yang sengaja dijatuhkan seseorang untuk menciptakan serangkaian kejadian. Tak terelakkan, keping demi keping berjatuhan, mengusik sebuah sistem yang mapan tetapi usang dan penuh kebobrokan.

Kutipan di atas adalah resensi novel “Rencana Besar” yang baru saja terbit dan baru dijual secara online, belum dijual di toko buku. Mungkin patut ditunggu epub nya hehehe. Rencana Besar, judulnya agak terkesan klise tapi ringan, apakah ini judul aslinya ato pesanan dari penerbit? Mungkin akan beda apabila judulnya Konstipasi, eh Konspirasi gituh (jadi inget buku-buku Remason dan Illuminati)

Seorang kawan lama sejak jaman SMP dan SMA di Malang @tsugaeda akhirnya merilis novel yang mungkin sudah lebih dari setahun yang lalu dia ceritakan. Dan akhirnya sementara ini dia alih profesi jadi sales buku yang ditulisnya sendiri :p. Jujur agak susah membayangkan kawan saya ini menulis novel (seriously) mengingat kelakuan dan dan tabiat jaman sekolah dulu, orang selalu berubah seiring waktu. Menulis buku apapun genrenya selalu menjadi prestasi, mungkin sesorang yang sekolah S2 maupun S3 belum tentu ada eager untuk menulis sebuah buku, it needs courage and consistency.

Awalnya penulis cerita bahwa dia dalam penulisan sebuah novel sebagai buah kekecewaannya pada saat bekerja di sebuah bank di Surabaya, seberapapun jauh kita salah langkah, kita tetap bisa berbalik. Akhirnya penulis memutuskan untuk resign dan mengerjakan hal yang mungkin dia suka, menulis. Padahal pada saat diterima di bank tersebut penulis bersemangat akan keputusannya, tetapi sepertinya situasi di lapangan tidak seperti yang diharapkan.

Big Responsbilities, Big Target, Little Compensation, its not worthed it, its not his Passion

Hal ini mengkonfirmasi omongan Lily di sitkom How I Met Your Mother

Lily: Barney, I hate to break this to you, But working for a bank’s kind of lame.

Dengan bekal (mungkin) pengetahuan perbankan yang didapat dia menulis novel dengan tema yang mirip-mirip. Mungkin terinspirasi tante Melinda Dee ato itunya MD. :p hehehehe.

Saya pribadi juga belum baca bukunya, nanti katanya mau jadi sales ke rumah saya, ditunggu loh gus!

2 Komentar

Filed under piece of mind

Mulai Lari, Lari, dan Lari

Olahraga lari merupakan salah satu olahraga yang paling murah karena tidak memerlukan alat dan tempat khusus. Mungkin hanya sepatu lari dan kita bisa melakukannya dimana saja. Akhir-akhir ini sering kita mendengar ada acara lari di Jakarta, yang terakhir kemarin adalah Even “Independence Day Run” yang diadakan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI. Hal ini sedikit banyak dipicu adanya Car Free Day tiap hari Minggu di bilangan Sudirman Thamrin Jakarta yang membuat banyak warga memanfaatkan untuk berolahraga, khususnya lari dan sepeda. Peningkatan jumlah tersebut membuka peluang untuk membuat event lari, sponsor-sponsor korporat semakin sering mendukung event-event tersebut. Biasanya panjang trek yang digunakan 5 Km, 10 Km, bahkan Marathon. Untuk even running tahun 2013 cek di halaman web ini —> http://goo.gl/1fDM1w

Selain itu dengan semakin menjamurnya Smartphone yang dilengkapi fitur GPS, para pelari juga semakin narsis mengunggah jarak lari dan waktunya di sosial media menggunakan aplikasi seperti Endomondo atau Nike+ Running. Dengan adanya aplikasi memudahkan kita memantau progress dalam kebugaran kita dengan membandingkan catatan waktu kita dengan yang sebelumnya.  Bahkan telah dibentuk komunitas pecinta lari @IndoRunners yang menjadi wadah komunikasi para pecinta lari.

Men Sana In Corpore Sano, adalah sebuah kalimat dalam bahasa Latin yang artinya adalah “Jiwa yang sehat dalam tubuh yang sehat.” Jika kita mulai berolahraga maka niscaya badan kita akan sehat dan meningkatkan kualitas hidup kita. Kesehatan merupakan investasi yang paling berharga, dengan menjaganya kita akan tetap produktif dalam melakukan aktivitas dan mengurangi biaya berobat. Mencegah lebih baik dan lebih murah daripada mengobati.

Apabila ada orang yang bilang Sehat itu Mahal, saya kurang setuju karena menurut saya “Sehat itu Murah, Sakit yang Mahal

Sudahkah anda mulai berolahraga khususnya lari? Kalau belum maka cobalah, dan semoga anda ketagihan.

4 Komentar

Filed under piece of mind

Cek Meteran PLN anda!

Beberapa waktu yang lalu kolega saya di kantor, sebut saja Ari  mengontrak rumah untuk dijadikan usaha Pendidikan Anak Usia DIni (PAUD), setelah berjalan hampir dua tahun ada petugas PLN piket mengecek meteran listrik rumah tersebut. Akhirnya setelah dilihat bersama-sama terdapat lubang sebesar jarum, yang berarti meteran tersebut telah dimanipulasi. Yang mencengangkan adalah hal tersebut berujung denda yang dikenakan PLN kepada pelanggannya sebesar 15 juta rupiah karena telah terbukti memanipulasi meteran. Karena Ari tidak merasa melakukan manipulasi tersebut sehingga kemungkinan yang melakukannya adalah pemilik atau pihak penyewa sebelumnya. Tindakan yang dilakukan adalah menegoisasi pemilik rumah agar ikut membayar sebagian denda serta mengusahakan agar dendanya dapat dicicil.

Pelajaran yang dapat kita ambil adalah kita sebelum membeli atau menyewa rumah hendaknya mengecek terlebih dahulu segel dan normalitas meteran listrik, agar apabila ada razia dari petugas PLN tidak terkena kasus seperti ini yang ujung-ujungnya denda yang lumayan besar.

Demikian sharing saya, semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar

Filed under bisnis, piece of mind, sightseeing