Category Archives: perencanaan keuangan

Stop! Mengeluarkan uang hanya untuk buat orang lain terkesan

“We buy things we don’t need with money we don’t have to impress people we don’t like.” – Dave Ramsey

Coba kita renungkan kembali, uang yang kita keluarkan. Apakah benar benar seperti yang inginkan atau hanya untuk membuat orang lain terkesan?

Tas bermerek, gadget mahal terbaru, mobil baru, yang kita beli tidak mendefinisikan kita, perilaku kita lah yang mendefinisikan kita

Jadi jangan sampai kita membeli sesuatu karena kena tetangga atau teman kantor beli barang tersebut.

http://www.thesimpledollar.com/stop-spending-money-to-impress-people/

4 Komentar

Filed under perencanaan keuangan

Usaha Sendiri, Bekerja Tanpa Bos?

Seiring meningkatnya kesejahteraan dan boomingnya kelas menengah di Indonesia, banyak orang yang menawarkan seminar menjadi kaya. Banyak jalurnya baik dari trading saham, komoditas, forex, properti modal dengkul, cara cepat jadi pengusaha dll. Intinya mereka menjual mimpi melalui seminar-seminar yang biasanya harganya lumayan mahal. Saya fokus di dalam kewirausahaan, banyak dari seminar tersebut medorong untuk segera action, seperti meninggalkan pekerjaan dan menikmati kebebasan menjadi wirausaha, tanpa bos, bisa berangkat siang, dll. Banyak dari peserta yang terbuai dengan pola pikir tersebut.

Banyak orang berpikir dengan berwirausaha kita tidak akan bos yang memberi kita tugas, ini adalah hal yang kurang tepat. Karena dengan berwirausaha, bos kita malah akan bertambah banyak. Mereka adalah

1. Konsumen

Pelanggan adalah Raja, frase ini menunjukkan bahwa pelanggan bahwa malah pelanggan lebih dari sekedar bos, tapi adalah raja. Konsumen adalah Bos yang paling utama yang harus dilayani, pelanggan tidak akan datang dengan sendirinya tapi dengan segala usaha dan upaya kita agar mereka mau membeli barang atau menggunakan layanan kita.  Kita harus mengerti kebutuhan mereka, pastikan mereka mau kembali sebagai konsumen berulang. Apabila pelanggan yang datang tidak kembali, kita harus bertanya-tanya terhadap layanan atau kualitas barang yang kita berikan.

2. Karyawan

Karyawan adalah salah satu faktor penentu dalam usaha. Menurut saya, hal paling sulit dalam usaha adalah manajemen SDM, bagaimana posisi kita sebenarnya adalah kita sebagai pemilik bisnis melayani mereka, agar mereka para karyawan dapat bekerja dengan baik untuk kelancaran bisnis kita. Bagaimana kita dapat bertindak sebagai pemimpin dan manajer yang baik.

3. Rekan Kerja (Pemasok dan Distributor)

Di beberapa tempat, khususnya perusahaan atau kantor yang berpola pikir feodal (biasanya perusahaan atau kantor pemerintah) beranggapan pemasok atau penyedia barang/jasa mempunyai posisi yang lebih rendah karena mereka yang punya proyek dan mereka yang menerima pembayaran. Sehingga mereka biasanya memperlakukannya semena-mena seperti melakukan pungutan yang cukup besar atau membayar barang yang mereka pasok dengan harga murah (e.g. pabrik tebu). Hal seperti ini perlu ditinggalkan, bagaimana seharusnya kita bertindak sebagai pihak yang setara, partner, bukan hubungan atasan bawahan. Bagaimana kita dengan efisien mendapatkan barang sesuai dengan kualitas yang kita cari dan membayar dengan harga yang efisien. Sudah tidak ada lagi tempat untuk korupsi.

4. Investor

Tujuan perusahaan modern dewasa ini adalah memaksimalkan nilai perusahaan atau kemakmuran pemegang saham. Bagaimana langkah kita meyakinkan mereka bahwa keputusan yang kita buat dalam jangka pendek atau panjang adalah untuk memajukan perusahaan. Atau bila masih dalam tahap mencari investor, bagaimana kita dapat meyakinkan mereka agar menerima ide kita dan menanamkan uangnya di perusahaan kita.

5. Pemerintah

Pemerintah berkepentingan terhadap usaha kita, terutama masalah pajak. Bagaimana kita sebagai warganegara yang baik sudah seharusnya taat pajak. Penggelapan pajak adalah kejahatan serius yang berujung pidana, saran saya adalah bayarlah pajak dengan tertib. Karena sesuai dengan PP 46 2013 mengenai Pajak UMKM hanya dikenakan 1% dari omset, saya rasa apabila bisnis UMKM tersebut marginnya cukup tinggi maka 1% akan terasa kecil.

6. Masyarakat

Jadilah lentera yang menerangi. Akan lebih baik jika usaha kita dapat memberikan nilai tambah kepada masyarakat dan lingkungan. Karena apabila usaha kita dianggap mengganggu maka mereka dapat menuntut ditutupnya usaha kita. Baru-baru ini beberapa usaha warnet ditutup karena meresahkan warga sekitar yang anaknya bermain tanpa kenal waktu.

Bagaimana? Lumayan kan? Apabila di kantor atasan hanya satu, apabila membuka usaha kita harus banyak mengakomodir kepentingan atasan-atasan kita tersebut. Anda mau buka usaha dengan motif agar bisa bersantai-santai? Coba dipikir lagi 🙂

1 Komentar

Filed under career, perencanaan keuangan

Membuat Sendiri Perencanaan Keuangan Keluarga Anda :)

Beberapa hari yang lalu saya ngobrol dengan rekan saat mengambil sertifikasi Perencanaan Keuangan, Mas Pandji Harsanto yang sekarang tergabung dalam firma Perencanaan Keuangan Fin-ally. Dengan misi untuk meningkatkan financial literacy masyarakat dan memperkuat kelas menengah yang solid, mengadakan workshop Make Your Own Plan (MYOP) yang diadakan di beberapa kota antara lain JAKARTA, MALANG, KENDARI, dan MAKASSAR.

Kelas Perencanaan Keuangan  “ Make Your Own Plan” adalah pelatihan yang unik dan interaktif. Dalampelatihan ini Peserta diajak untuk menata kondisi keuangannya dan membuat sendiri rangkaian perencanaan keuangan berdasarkan kondisi keuangan masing-masing. Untuk itu setiap peserta akan didampingi oleh konsultan perencana keuangan independen yang berpengalaman, sehingga peserta dapat lebih mendalami pembuatan financial plan pribadi dan mengetahui latar belakang penghitungan persiapan dana dan pemilihan instrument investasi untuk mencapai tujuan keuangan.

Tujuan:
Setelah mengikuti workshop “Make Your Own Plan” Peserta dapat :

  1. Memahami secara komprehensif konsep Time Value of Money.
  2. Merumuskan tujuan keuangan dan strategi mencapainya.
  3. Menentukan jenis proteksi yang tepat untuk setiap anggota keluarga.
  4. Menentukan produk keuangan yang tepat dalam mencapai tujuan keuangan.
  5. Mewujudkan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam waktu 1 tahun secara mendetail dan perencanaan tahun-tahun berikutnya sesuai rencana yang telah disusun.
  6. Menyusun Buku Perencanaan Keuangan Pribadi secara komperehensif.

JADUAL KELAS MYOP HARI PERTAMA

Pada hari Pertama mendapatkan materi:
1. Financial Mindset
2. Profil Risiko, dan Financial Ratio
3. Cash management, 
4. Debt Management, KPR
5. Insurance
6. Investasi Reksa Dana
7. Membuat Tujuan Keuangan dengan Investasi
8. Dana Pendidikan
9. Dana Pensiun

JADUAL MYOP HARI KEDUA

Pada hari kedua peserta didampingi untuk membuat:
10. Arus Kas Bulanan dan kekayaan bersih sebelum FP
11. Profil resiko dan Financial Check up.
12. Evaluasi arus kas bulanan dan kekayaan bersih setelah FP
13. Pemilihan Produk Asuransi
14. Penyusunan dana pendidikan
15. Pendampingan penyusunan dana pensiun
16. Pendampingan KPR
17. Rekomendasi Produk Reksa Dana
18. Pembuatan Action Plan

Metode Pelatihan:
* Presentasi
* Diskusi Interaktif
* Pendampingan Kebutuhan Peserta & Strategi Pencapaian dimana setiap Planner hanya akan mendampingi pembuatan Buku Perencanaan Keuangan untuk 3 peserta

TERBATAS 9 PESERTA

PEMBICARA :

  1. FARAH DINI NOVITA, BA(Hons), RFA ®
  2. PANDJI HARSANTO SE, RFA® CHt.
  3. YERI KURNIAWAN KEMI, S.Kom, B. ICT, RFA ®

Fasilitas :

  1. Handout materi
  2. Financial calculator
  3. Hardcopy dari Bookplan yang telah dibuat
  4. Pendampingan selama 1 tahun
  5. Review per 6 bulanan, dua kali review dalam setahun.
  6. Empat kali coffe break, dua kali makan siang

JADUAL BATCH 3 JAKARTA : 31 AGUSTUS – 1 SEPTEMBER 2013
hubungi : Pandji Harsanto 0856.9735.9500
email : pandji.harsanto@gmail.com

INFO KELAS MYOP, 31 AGUS – 1 SEPT 2013

JADUAL BATCH 4 MALANG : 7 – 8 SEPTEMBER 2013
hubungi : Yeni 0856.353.3030
email : oktaviani.firdiyanti@gmail.com

JADUAL  BATCH 5 KENDARI : 14 – 15 SEPTEMBER 2013
hubungi : Ilman Ramli 0819..3522.2235
email : myilman@gmail.com

JADUAL BATCH 7 MAKASSAR : 28 – 29 SEPTEMBER 2013
hubungi : Pandji Harsanto 0856.9735.9500
email : pandji.harsanto@gmail.com

INFO KELAS MYOP BATCH 7, MAKASSAR 28-29 SEPTEMBER 2013

Untuk pendaftaran silahkan mengisi data berikut
Nama Lengkap :
Nomor HP :
Alamat email :
Kota mengikuti Kelas : Jakarta / Malang / Kendari /Makassar

JADUAL BATCH 8 (berikutnya) JAKARTA akan dilaksanakan pada tanggal 2 – 3 NOVEMBER 2013

Untuk mendapatkan Diskon Tambahan sebesar 100 ribu, saat mendaftar workshop tulislah referensi dari Devino Rizki Arfan

Terima Kasih, semoga bermanfaat bagi kita semua. Untuk Kelas Menengah yang Kuat!

4 Komentar

Filed under perencanaan keuangan

Biaya Kuliah Perguruan Tinggi Negeri 2013

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk tahun 2013 ini biaya kuliah di perguruan tinggi negeri diatur oleh Permendikbud 55 Tahun 2013 beserta lampirannya yang mengatur mengenai biaya kuliah, sehingga kampus tidak membebankan macam-macam biaya kepada mahasiswa seperti SPP, BOP, Uang Pangkal dll. tetapi dijadikan satu komponen bernama Uang Kuliah Tunggal dimana jumlah harus dibayar berbeda-beda sesuai dengan kategori 1 s/d 5 yang dilihat berdasarkan keadaan ekonomi orang tua mahasiswa.

Di lampiran Permendikbud tersebut terdapat dua komponen, yaitu Biaya Kuliah Tunggal (BKT) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Sebagaimana tercantum dalam Pasal 1 Permendikbud tersebut:

Pasal 1
(1) Biaya kuliah tunggal merupakan keseluruhan biaya operasional per mahasiswa per semester pada program studi di perguruan tinggi negeri.
(2) Biaya kuliah tunggal digunakan sebagai dasar penetapan biaya yang dibebankan kepada mahasiswa masyarakat dan Pemerintah.
(3) Uang kuliah tunggal merupakan sebagian biaya kuliah tunggal yang ditanggung setiap mahasiswa berdasarkan kemampuan ekonominya.
(4) Uang kuliah tunggal sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditetapkan berdasarkan biaya kuliah tunggal dikurangi biaya yang ditanggung oleh Pemerintah.

Jadi BKT merupakan biaya yang dibutuhkan untuk operasional per mahasiswa per semester, sedangkan UKT merupakan uang yang dibayarkan mahasiswa kepada Universitas. Selisihnya disubsidi oleh pemerintah dalam hal ini Kemendikbud.

UKT = BKT – Subsidi Uang Kuliah

Dengan adanya Peraturan ini biaya kuliah menjadi transparan, karena dipublikasikan secara umum dan seluruh orang dapat mengaksesnya. Selain itu menurut pasal 5 dan 6 Permendikbud tersebut, universitas tidak diperbolehkan memungut uang lagi selain UKT kecuali maksimal 20% dari seluruh penerimaan tidak mengikuti aturan UKT.

Pasal 5
Perguruan tinggi negeri tidak boleh memungut uang pangkal dan pungutan lain selain uang kuliah tunggal dari mahasiswa baru program Sarjana (S1) dan program diploma mulai tahun akademik 2013 – 2014.
Pasal 6
Perguruan tinggi negeri dapat memungut di luar ketentuan uang kuliah tunggal dari mahasiswa baru program Sarjana (S1) dan program diploma nonregulerpaling banyak 20 (dua puluh) persen dari jumlah mahasiswa baru mulai tahun akademik 2013 –2014.

Di lampiran saya mengamati, biaya paling mahal adalah Fakultas Kedokteran. Selain itu Jurusan Farmasi juga salah satu yang termahal. Demikian informasi biaya kuliah Universitas Negeri, bisa dilihat di Daftar Uang Kuliah Tahunan.

Tinggalkan komentar

Filed under perencanaan keuangan

Menghitung Nilai Wajar Properti

Beberapa waktu yang lalu ada obrolan di sebuah milis SSR yang bercerita bahwa banyak rumah di bilangan Serpong kosong tidak berpenghuni a.k.a. kosong. Kenapa?

Kita tahu harga rumah terutama di bilangan Bintaro Serpong naik drastis beberapa tahun terakhir ini, oleh karena itu banyak orang yang memiliki dana lebih membeli rumah dengan harga milyaran meskipun di daerah suburban seperti Serpong. tujuannya apa? biasanya untuk investasi, dan sebagian untuk ditinggali sendiri. Kita tahu konsep investasi properti, selain diharapkan kenaikan harga rumah tentu pemilik juga mengharapkan cashflow tahunan dari sewa rumah.

Investasi Properti = Capital Gain + Penghasilan Sewa

Biasanya tarif sewa per tahun sebesar 5% – 8% dari harga rumah. Perhitungan sederhananya apabila ada rumah seharga 1 milyar, maka biaya sewa per tahunnya adalah antara 50 – 80 juta per tahun. Namun keadaannya tidak selalu seperti itu, beberapa kolega saya memulai usaha PAUD di daerah BSD dengan menyewa sebuah rumah seharga 30 juta per tahun padahal menurut pemilik dan broker harga pasar rumah itu adalah 1,2 Milyar. Jadi tarifnya hanya 2,5% dari harga pasar rumah. Karena tarif sewa yang relatif rendah itulah banyak pemilik properti memilih untuk mengosongkan rumahnya daripada disewa dengan harga relatif rendah.

Melihat harga-harga rumah di pinggiran Jakarta yang naik tidak terkendali saya jadi berpikir, harga yang dipasang para pengembang ini berdasarkan apa? Demand Supply? harga psikologis? Dimana ada pengembang yang selalu mengancam dengan “Senin Harga Naik!” atau dengan menggoreng harga selama masih laku.

Developer (D): Bikin Rumah ah, dijual 200 juta. (laku keras)

D: Wah coba minggu depan naikin 10%, jual 220 juta (laku keras lagi)

D: Wah abis, naikin lagi 10%, jual 242 juta (lagi lagi laku keras)

dst.

Semakin banyaknya kelas menengah, mudahnya proses kredit KPR, dan mempunyai rumah sebagai simbol kemapanan hidup merupakan faktor yang mendukung tingginya penjualan rumah.

Bagaimana menilai harga wajar properti? Kalau saya berpendapat nilailah harga wajar properti tersebut dari harga sewanya, apabila harga sewa 6 juta setahun dengan menggunakan asumsi faktor biaya sewa 6% maka dihitung 6 juta x (100%/6%) = 100 juta. Jika ternyata harga pasar tersebut lebih dari hitungan dan asumsi kita maka rumah tersebut telah overvalued. Perhitungan ini sangat subjektif dan masih ada kelemahan, sehingga mohon maaf apabila ada yang tidak berkenan.

Demikian, sewa atau beli tetapkan pilihan anda. Kita tidak menghakimi 🙂

Semoga bermanfaat.

ada liputan khusus kontan tentang KPR di http://lipsus.kontan.co.id/v2/kpr dan ada liputan khusus yang menarik di http://lipsus.kontan.co.id/v2/kpr/read/121/Bubble-properti-atau-hanya-over-price

6 Komentar

Filed under perencanaan keuangan, piece of mind

9 Hal Yang Dilakukan Sebelum Pensiun (2)

5. Sebelum memasuki masa pensiun, biasakanlah mempunyai dana darurat proporsional terhadap kebutuhan dan tanggungan. Minimal cukup untuk menutupi 6 bulan pengeluaran, apabila lebih banyak lebih bagus. Namun terlalu banyak juga tidak disarankan, kebutuhan 12 sampai 18 bulan maksimal disarankan.

6.  Evaluasi sumber penghasilan Anda. Anda sudah tahu apa yang akan Anda habiskan setiap bulan. Sekarang mencari tahu di mana uang itu akan datang dari. Akan lebih baik apabila anda sudah berinvestasi sehingga sudah terbentuk dana pensiun yang cukup.

7.  Merevisi strategi investasi Anda. Cara Anda sudah menangani investasi Anda selama 30 tahun terakhir tidak bagaimana Anda harus menangani mereka selama 30 berikutnya. Sambil mempersiapkan pensiun, Anda berfokus pada akumulasi aset. Ketika Anda berada di pensiun, Anda perlu fokus pada penghasilan dan sejalan dengan peningkatan biaya hidup. Aset harus fleksibel dan cair sehingga Anda dapat memenuhi kebutuhan Anda yang mendadak. Kata-kata baru akan memasuki kosakata Anda: rollovers (pensiun dibayar per bulan) dan lump sum (pensiun dibayar sekaligus).

8.  Apakah anda mempunyai wasiat? Bagaimana dengan harta anda apabila tiba-tiba dipanggil Tuhan YME? Apabila anda Muslim anda terikat dengan hukum waris dalam Islam, tapi apakah dengan begitu semua beres? Belum tentu, banyak keluarga yang tercerai berai karena masalah warisan. Cobalah kumpulkan dokumen-dokumen, serifikat, surat berharga, dll untuk dikomunikasikan kepada notaris dan anak-anak anda agar tercatat dan ahli waris tidak bingung dengan harta anda apabila ditinggal secara mendadak.

9.  Mungkin hal yang paling penting dari semua di atas. Jika Anda tidak bersemangat tentang pensiun, maka hal tersebut tidak menjadi masalah. Banyak orang cepat menjadi bosan setelah pensiun. Tidak apa-apa – bahkan menarik – untuk kembali ke sekolah atau tempat kerja. Banyak yang melakukan hal ini, sering sekali bidang baru. Bahkan Paman istri saya, bule Australia yang telah berumur 70 lebih berkata “Dont stop working, it makes us keep moving and thinking thet keep you young”

sumber:http://www.ricedelman.com/cs/education/article?articleId=318&titleParam=Top%20Ten%20Things%20to%20Do%20Before%20Retiring

2 Komentar

Filed under perencanaan keuangan

9 Hal Yang Dilakukan Sebelum Pensiun (1)

Berikut yang sebaiknya anda lakukan, ketika anda mulai mempersiapkan masa pensiun anda. Persiapan pensiun lebih awal lebih baik, oleh karena persiapkan pensiun anda sedini mungkin.

1.  Tentukan bagaimana Anda akan menghabiskan waktu Anda. Apa yang akan Anda lakukan selama 6 sampai 12 bulan awal di masa pensiun, dan apa yang Anda rencanakan untuk lakukan untuk sisa hidup pensiun Anda? Apakah anda sudah ada usaha dan tetap ingin menjalankan usaha tersebut, bekerja paruh waktu yang tidak terlalu berat yang mengandalkan pengalaman kerja selama ini, atau ingin pensiun penuh nyambi momong cucu? Semua adalah pilihan hidup dan terdapat konsekuensi masing-masing. Dampak keputusan ini dalam merencanakan dana pensiun sangat krusial karena berpengaruh pada besarnya kebutuhan dana pensiun.

2.  Tentukan gaya hidup anda setelah pensiun, apakah sama dengan gaya hidup sekarang atau dengan beberapa penyesuaian. Jangan lupa untuk menyertakan pengeluaran periodik seperti hadiah, liburan, pajak, sebuah mobil baru sesekali, dan keadaan darurat. Tentunya dengan faktor inflasi uang yang semakin tinggi, maka jumlah nominal tentu tidak sama dengan dengan nominal sekarang. Tapi semuanya dapat dihitung dan dapat menjadi dasar untuk menentukan besaran kebutuhan bulanan Anda saat pensiun.

3. Antisipasi biaya-biaya kesehatan, karena di masa senja gangguan kesehatan akan makin banyak otomatis biaya kesehatan juga semakin meningkat. Apabila pemberi kerja masih memberikan tunjangan kesehatan maka akan lebih baik, namun apabila tidak mungkin bisa segera disiapkan dana kesehatan hari tua dengan melakukan investasi. Kenapa tidak membeli asuransi? Karena tidak asuransi yang mengkover hari tua, kalaupun ada maka harganya sangat mahal sekali dan tidak sesuai kebutuhan.

4.  Rencanakanlah kebutuhan dengan baik, karena banyak yang kaget karena susah mendapatkan pinjaman setelah pensiun, atau dikenakan bunga atau margin yang lebih tinggi. Hal ini  karena tidak banyak lembaga keuangan menganggap memberi pinjaman kepada pensiunan karena dianggap berisiko tinggi.

Untuk lanjutannya tunggu posting selanjutnya yaaa,,,

Tinggalkan komentar

Filed under perencanaan keuangan