Category Archives: career

Kelly Services Standar Gaji Indonesia 2016

cartoon3416

Tahun 2016 telah berlalu, sehingga mungkin postingan ini agak terlambat. Namun lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan?

Sebagaimana kita tahu Kelly Services merupakan perusahaan konsultan solusi tenaga kerja yang bekerja secara global mengeluarkan standar gaji di Indonesia setiap tahun. Berikut kami lampirkan standar gaji Indonesia Kelly Services tahun 2016.

https://www.expat.or.id/business/IndonesiaSalaryGuide-2016.pdf

Silahkan unduh 🙂

Tinggalkan komentar

Filed under bisnis, career

Panduan Gaji Indonesia 2014

Mungkin ada yang masih inget postingan saya sekitar dua tahun yang lalu berjudul “Fresh Graduate ditanya gaji? Siapa Takut” . Saat itu saya melampirkan data gaji dari Kelly Services untuk tahun 2011-2012. Kali ini saya akan melampirkan data terbaru dari Kelly Services untuk tahun 2013/2014

berikut link downloadnya di bawah, silahkan menikmati

Indonesia salary guide ebook 2014

Tinggalkan komentar

Filed under career

Usaha Sendiri, Bekerja Tanpa Bos?

Seiring meningkatnya kesejahteraan dan boomingnya kelas menengah di Indonesia, banyak orang yang menawarkan seminar menjadi kaya. Banyak jalurnya baik dari trading saham, komoditas, forex, properti modal dengkul, cara cepat jadi pengusaha dll. Intinya mereka menjual mimpi melalui seminar-seminar yang biasanya harganya lumayan mahal. Saya fokus di dalam kewirausahaan, banyak dari seminar tersebut medorong untuk segera action, seperti meninggalkan pekerjaan dan menikmati kebebasan menjadi wirausaha, tanpa bos, bisa berangkat siang, dll. Banyak dari peserta yang terbuai dengan pola pikir tersebut.

Banyak orang berpikir dengan berwirausaha kita tidak akan bos yang memberi kita tugas, ini adalah hal yang kurang tepat. Karena dengan berwirausaha, bos kita malah akan bertambah banyak. Mereka adalah

1. Konsumen

Pelanggan adalah Raja, frase ini menunjukkan bahwa pelanggan bahwa malah pelanggan lebih dari sekedar bos, tapi adalah raja. Konsumen adalah Bos yang paling utama yang harus dilayani, pelanggan tidak akan datang dengan sendirinya tapi dengan segala usaha dan upaya kita agar mereka mau membeli barang atau menggunakan layanan kita.  Kita harus mengerti kebutuhan mereka, pastikan mereka mau kembali sebagai konsumen berulang. Apabila pelanggan yang datang tidak kembali, kita harus bertanya-tanya terhadap layanan atau kualitas barang yang kita berikan.

2. Karyawan

Karyawan adalah salah satu faktor penentu dalam usaha. Menurut saya, hal paling sulit dalam usaha adalah manajemen SDM, bagaimana posisi kita sebenarnya adalah kita sebagai pemilik bisnis melayani mereka, agar mereka para karyawan dapat bekerja dengan baik untuk kelancaran bisnis kita. Bagaimana kita dapat bertindak sebagai pemimpin dan manajer yang baik.

3. Rekan Kerja (Pemasok dan Distributor)

Di beberapa tempat, khususnya perusahaan atau kantor yang berpola pikir feodal (biasanya perusahaan atau kantor pemerintah) beranggapan pemasok atau penyedia barang/jasa mempunyai posisi yang lebih rendah karena mereka yang punya proyek dan mereka yang menerima pembayaran. Sehingga mereka biasanya memperlakukannya semena-mena seperti melakukan pungutan yang cukup besar atau membayar barang yang mereka pasok dengan harga murah (e.g. pabrik tebu). Hal seperti ini perlu ditinggalkan, bagaimana seharusnya kita bertindak sebagai pihak yang setara, partner, bukan hubungan atasan bawahan. Bagaimana kita dengan efisien mendapatkan barang sesuai dengan kualitas yang kita cari dan membayar dengan harga yang efisien. Sudah tidak ada lagi tempat untuk korupsi.

4. Investor

Tujuan perusahaan modern dewasa ini adalah memaksimalkan nilai perusahaan atau kemakmuran pemegang saham. Bagaimana langkah kita meyakinkan mereka bahwa keputusan yang kita buat dalam jangka pendek atau panjang adalah untuk memajukan perusahaan. Atau bila masih dalam tahap mencari investor, bagaimana kita dapat meyakinkan mereka agar menerima ide kita dan menanamkan uangnya di perusahaan kita.

5. Pemerintah

Pemerintah berkepentingan terhadap usaha kita, terutama masalah pajak. Bagaimana kita sebagai warganegara yang baik sudah seharusnya taat pajak. Penggelapan pajak adalah kejahatan serius yang berujung pidana, saran saya adalah bayarlah pajak dengan tertib. Karena sesuai dengan PP 46 2013 mengenai Pajak UMKM hanya dikenakan 1% dari omset, saya rasa apabila bisnis UMKM tersebut marginnya cukup tinggi maka 1% akan terasa kecil.

6. Masyarakat

Jadilah lentera yang menerangi. Akan lebih baik jika usaha kita dapat memberikan nilai tambah kepada masyarakat dan lingkungan. Karena apabila usaha kita dianggap mengganggu maka mereka dapat menuntut ditutupnya usaha kita. Baru-baru ini beberapa usaha warnet ditutup karena meresahkan warga sekitar yang anaknya bermain tanpa kenal waktu.

Bagaimana? Lumayan kan? Apabila di kantor atasan hanya satu, apabila membuka usaha kita harus banyak mengakomodir kepentingan atasan-atasan kita tersebut. Anda mau buka usaha dengan motif agar bisa bersantai-santai? Coba dipikir lagi 🙂

1 Komentar

Filed under career, perencanaan keuangan

Berpikir dan Bertindak Dari Akhir

Tanggal 18 – 19 Juni yang lalu adek-adek kita melaksanakan SNMPTN, saya udah 9 tahun yang lalu jadi berasa tua, haha,,,. Jaman sekolah, baik di SD, SMP, SMA, ataupun Kuliah saya selalu bertanya-tanya, buat apa sih saya belajar? Kata orang tua saya, biar PINTAR. Kata “PINTAR” ini sangat abstrak sekali, pinter ngapain? Orang maling juga pinter, pintar mengambil milik orang lain. Saya belum pernah diarahkan untuk “PINTAR” secara spesifik. Alangkah lebih baik kita diberi gambaran akhir dari perjalanan kita, karena anak muda hidup dalam masa sekarang. Jujur saya tidak suka Akuntansi, tapi saya masuk ke kampus yang ada nama Akuntansi nya. Hasilnya? saya tidak mengerti untuk apa saya mempelajari ini? Baru setelah bekerja saya mengerti bahwa akuntansi sangat bermanfaat dan keren hahaha,,,

Kakak ipar saya cerita bahwa di perusahaan minyak saat ini keahlian yang sangat diperlukan dan supply sedikit adalah lulusan Teknik Metalurgi, padahal jurusan tersebut gradingnya rendah pada saat SNMPTN. Saya tidak memverifikasi cerita ini ke praktisi perminyakan lain, namun benang merahnya menurut saya adalah dalam menentukan kuliah alangkah lebih baik kita menganalisa dunia kerja terlebih dahulu. Pelajari ada profesi apa saja, apabila perlu bertanya pada profesional yang bekerja pada bidang tersebut. Setelah melakukan survei, kita bisa menentukan apa yang sesuai dengan passion kita? Dan jalur yang harus kita tempuh untuk mencapainya. Apabila harus kuliah di jurusan tertentu maka jalani kuliah tersebut. Passing grade sebuah jurusan tidak menentukan masa depan kita.

Steve Jobs, Bill Gates, dan Mark Zuckerberg adalah contoh visioner dimana mereka tau apa yang mereka mau dan mereka merasa bahwa bangku kuliah sudah tidak sejalan dengan visi mereka, maka mereka memutuskan untuk keluar. Kita bisa belajar pada orang yang telah mencapai tahap tersebut dan bertanya apa yang telah mereka lakukan? Tapi yang pertama kali harus kita temukan? Apa Passion kita? 🙂

2 Komentar

Filed under career

Internet, Pengalih Perhatian Paling Hebat

Internet bagaikan pisau bermata dua, di satu sisi sangat bermanfaat sebagai sumber informasi dan media komunikasi yang sangat efektif. Namun di sisi lain, dapat menjadi pengalih perhatian dari pekerjaan yang seharusnya kita selesaikan. Di satu pagi, kita punya daftar yang akan kita kerjakan. Misalnya mencari bahan untuk paper, namun tanpa sadar kita malah nyangkut di facebook, twitter, bahkan ngobrol di forum.

Coba hitung, berapa kali kita mengalami hal tersebut? Saya yakin cukup sering. Oleh karena itu beberapa perusahaan memblokir situs-situs tertentu yang sering diakses dan dianggap tidak berhubungan dengan pekerjaan. Hal tersebut diharapkan efektif dan membuat karyawan menjadi lebih fokus kepada pekerjaannya.

Seperti yang Lucy Jo Palladino jelaskan dalam bukunya Find Your Focus Zone, bahwa melakukan kegiatan rekreasional seperti nonton TV, main game, akan membuat otak kita bekerja dan mengeluarkan zat dopamin yang memberikan efek kesenangan kepada kita. Dan apabila level dopamin terhadap kegiatan tersebut telah berkurang maka kita akan mencari kegiatan lain yang dapat mengeluarkan zat dopamin yang setara seperti sebelumnya.

Hal tersebut cocok dengan analisa perilaku kerja kita, awal kita mengerjakan akan terasa lebih menyenangkan. Namun lambat laun seiring berjalannya waktu kita tanpa sadar ingin menjaga level dopamin kita dengan membuka website yang tidak berhubungan dengan pekerjaan.

Bagaimana mengatasinya? Menurut Jeff Stibel ada beberapa cara dalam mengatasinya

1. Cukup Tidur : Otak yang cukup istirahat lebih susah teralihkan fokusnya

2. Makan Bergizi : Otak yang cukup nutrisi akan berfungsi lebih baik

3. Meminimalisasi Stress dan Amarah : Hal tersebut menyebabkan otak memproduksi zat kimia berupa norepinephrine dan cortisol, yang dapat menyebabkan masalah.

4. Hati-hati terhadap Situs Penghabis Waktu : Sangat mudah kita terjebak dalam waktu yang lama saat membaca forum atau baca blog (seperti blog ini). Tetap fokus dan batasi aktivitas online.

5. Kerja Pintar, Bukan Lebih Lama : Jika anda bekerja terlalu lama, maka otak akan mencari pengalihan baik disadari maupun tidak. Coba jadwalkan beberapa kali istirahat, 6 jam yang produktif lebih baik daripada 10 jam terbuang percuma karena berkutat dengan Google atau Sosial Media.

Demikian, semoga kita dapat lebih fokus terhadap pekerjaan kita ke depannya.

Terima Kasih Banyak

sumber: http://blogs.hbr.org/cs/2009/10/why_the_internet_is_so_distrac.html

1 Komentar

Filed under career, piece of mind

Dont ALWAYS Listen What People Say

Dalam sebuah riwayat diceritakan, Luqman dan anaknya berniat menjual keledai di pasar untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Luqman menaiki punggung keledai sementara anaknya berjalan menuntun keledai. Di perjalanan, orang-orang mencibir, “Dasar orang tua tak tahu diri, ia enak-enakan duduk di atas keledai sementara anaknya berjalan di padang pasir yang terik.” Luqman dan anaknya lalu bertukar tempat. Luqman menuntun keledai sedangkan anaknya duduk di atas keledai. Di perjalanan, orang-orang mencibir lagi, “Anak durhaka, enak-enakan duduk di atas keledai sementara orang tuanya berjalan kaki.”

Sekarang Luqman dan anaknya sama-sama duduk di atas punggung keledai. Di perjalanan, orang lain berkomentar, “Dasar gila, tak punya rasa kasihan, hewan lemah begitu dinaiki dua orang sekaligus.” Kemudian Luqman turun dan mencari sebatang kayu yang agak panjang. Diikatlah kaki keledai depan dan belakang, lalu mereka masukkan kayu di antara kaki keledai tadi untuk menggotong. Mereka melanjutkan perjalanan sambil menggotong keledai. Tak lama, orang mencibir, “Dasar gila, keledai hidup kok digotong seperti mati?”

Akhirnya mereka menurunkan keledai dan melepaskan ikatannya. Sekarang mereka berjalan bertiga: Luqman, anaknya, dan keledai. Tapi apa lacur. Seseorang yang mereka temui kemudian malah berkomentar, ”Dasar bapak dan anak sama bodoh dengan keledainya. Ada kendaraan kok tidak dinaiki?” Itulah manusia, yang pada umumnya punya sifat sok tahu, namun juga bodoh, dan keras kepala. Dan lingkungan mengkondisikan demikian. Celaka sudah.

Menurut tulisan Mas Nofie Iman, most people are ordinary. Kebanyakan orang biasa-biasa saja. Ikutilah omongan orang-orang di sekeliling Anda, maka Anda akan jadi orang biasa-biasa saja. Tetapi kalau Anda punya keyakinan tinggi, Anda punya gagasan cemerlang, Anda merasa bisa membawa pengaruh bagi lingkungan Anda, Anda merasa bisa memberi impact lebih bagi dunia ini, maka go for it. Abaikan orang-orang di sekeliling Anda yang cuma bisa mencibir dan berkata nyinyir.

Wassalam

Sumber: http://nofieiman.com/average-vs-extraordinary/

Tinggalkan komentar

Filed under career, piece of mind

Renegosiasi Gaji

Masihkah kita ingat akan kejadian di akhir bulan Januari 2012, saat kejadian buruh di daerah Bekasi menutup jalan tol karena memperjuangkan UMR mereka? Bagaimana dengan anda? Apakah gaji anda juga belum dinaikkan oleh perusahaan selama beberapa tahun belakangan? Atau bahkan perusahaan merekrut karyawan baru dengan gaji di atas anda sekarang? Mungkin ini saatnya untuk renegosiasi gaji dengan perusahaan yang memperkerjakan anda,

Menurut EXPERD  ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan renegosiasi gaji Baca lebih lanjut

4 Komentar

Filed under career