Usaha Sendiri, Bekerja Tanpa Bos?

Seiring meningkatnya kesejahteraan dan boomingnya kelas menengah di Indonesia, banyak orang yang menawarkan seminar menjadi kaya. Banyak jalurnya baik dari trading saham, komoditas, forex, properti modal dengkul, cara cepat jadi pengusaha dll. Intinya mereka menjual mimpi melalui seminar-seminar yang biasanya harganya lumayan mahal. Saya fokus di dalam kewirausahaan, banyak dari seminar tersebut medorong untuk segera action, seperti meninggalkan pekerjaan dan menikmati kebebasan menjadi wirausaha, tanpa bos, bisa berangkat siang, dll. Banyak dari peserta yang terbuai dengan pola pikir tersebut.

Banyak orang berpikir dengan berwirausaha kita tidak akan bos yang memberi kita tugas, ini adalah hal yang kurang tepat. Karena dengan berwirausaha, bos kita malah akan bertambah banyak. Mereka adalah

1. Konsumen

Pelanggan adalah Raja, frase ini menunjukkan bahwa pelanggan bahwa malah pelanggan lebih dari sekedar bos, tapi adalah raja. Konsumen adalah Bos yang paling utama yang harus dilayani, pelanggan tidak akan datang dengan sendirinya tapi dengan segala usaha dan upaya kita agar mereka mau membeli barang atau menggunakan layanan kita.  Kita harus mengerti kebutuhan mereka, pastikan mereka mau kembali sebagai konsumen berulang. Apabila pelanggan yang datang tidak kembali, kita harus bertanya-tanya terhadap layanan atau kualitas barang yang kita berikan.

2. Karyawan

Karyawan adalah salah satu faktor penentu dalam usaha. Menurut saya, hal paling sulit dalam usaha adalah manajemen SDM, bagaimana posisi kita sebenarnya adalah kita sebagai pemilik bisnis melayani mereka, agar mereka para karyawan dapat bekerja dengan baik untuk kelancaran bisnis kita. Bagaimana kita dapat bertindak sebagai pemimpin dan manajer yang baik.

3. Rekan Kerja (Pemasok dan Distributor)

Di beberapa tempat, khususnya perusahaan atau kantor yang berpola pikir feodal (biasanya perusahaan atau kantor pemerintah) beranggapan pemasok atau penyedia barang/jasa mempunyai posisi yang lebih rendah karena mereka yang punya proyek dan mereka yang menerima pembayaran. Sehingga mereka biasanya memperlakukannya semena-mena seperti melakukan pungutan yang cukup besar atau membayar barang yang mereka pasok dengan harga murah (e.g. pabrik tebu). Hal seperti ini perlu ditinggalkan, bagaimana seharusnya kita bertindak sebagai pihak yang setara, partner, bukan hubungan atasan bawahan. Bagaimana kita dengan efisien mendapatkan barang sesuai dengan kualitas yang kita cari dan membayar dengan harga yang efisien. Sudah tidak ada lagi tempat untuk korupsi.

4. Investor

Tujuan perusahaan modern dewasa ini adalah memaksimalkan nilai perusahaan atau kemakmuran pemegang saham. Bagaimana langkah kita meyakinkan mereka bahwa keputusan yang kita buat dalam jangka pendek atau panjang adalah untuk memajukan perusahaan. Atau bila masih dalam tahap mencari investor, bagaimana kita dapat meyakinkan mereka agar menerima ide kita dan menanamkan uangnya di perusahaan kita.

5. Pemerintah

Pemerintah berkepentingan terhadap usaha kita, terutama masalah pajak. Bagaimana kita sebagai warganegara yang baik sudah seharusnya taat pajak. Penggelapan pajak adalah kejahatan serius yang berujung pidana, saran saya adalah bayarlah pajak dengan tertib. Karena sesuai dengan PP 46 2013 mengenai Pajak UMKM hanya dikenakan 1% dari omset, saya rasa apabila bisnis UMKM tersebut marginnya cukup tinggi maka 1% akan terasa kecil.

6. Masyarakat

Jadilah lentera yang menerangi. Akan lebih baik jika usaha kita dapat memberikan nilai tambah kepada masyarakat dan lingkungan. Karena apabila usaha kita dianggap mengganggu maka mereka dapat menuntut ditutupnya usaha kita. Baru-baru ini beberapa usaha warnet ditutup karena meresahkan warga sekitar yang anaknya bermain tanpa kenal waktu.

Bagaimana? Lumayan kan? Apabila di kantor atasan hanya satu, apabila membuka usaha kita harus banyak mengakomodir kepentingan atasan-atasan kita tersebut. Anda mau buka usaha dengan motif agar bisa bersantai-santai? Coba dipikir lagi 🙂

Iklan

1 Komentar

Filed under career, perencanaan keuangan

One response to “Usaha Sendiri, Bekerja Tanpa Bos?

  1. Johnf927

    You have brought up a very excellent details , regards for the post. ffbfeeefddga

Mohon Tanggapannya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s