Monthly Archives: Juli 2013

Kaina

Kaina, yang dalam bahasa Arab berarti “pemimpin wanita” dan dalam bahasa Jepang artinya adalah “kuat“. Apabila digabungkan menjadi “pemimpin wanita yang kuat”. Hal tersebut yang membuat istri saya, Pungki dan kawan-kawannya memakai nama “Kaina Healthcare” pada saat mendirikan klinik di daerah Cengkareng, tepatnya di Jl. Peta Selatan No. 6, Kalideres, Jakarta Barat. Klinik ini memberikan pelayanan Kesehatan Umum, Kesehatan Gigi dan Mulut, serta Vaksinasi. Untuk vaksinasi sendiri klinik telah memberikan layanan delivery – vaksinasi di tempat pelanggan.

Saat ini klinik Kaina telah bekerjasama dengan Jamsostek melayani 3800 pasien di perusahaan sekitar daerah Kalideres, jumlah yang lumayan fantastis untuk klinik baru. Dengan pasien kapitasi sebesar itu tentunya kita mendapat kepercayaan yang besar dan tentu telah memenuhi persyaratan dan ketentuan dari Jamsostek sebagai penyelenggara layanan kesehatan untuk tenaga kerja.

Beberapa kali telah ikut berpartisipasi dalam program deal harian di livingsocial, yaitu produk kesehatan gigi dan vaksinasi flu.

http://www.livingsocial.co.id/jakarta/kaina-dental.html

http://www.livingsocial.co.id/jakarta/kaina-health-care.html

Untuk informasi lebih lanjut

Kaina Healthcare
Jl. Peta Selatan no. 6 Kalideres Jakarta Barat
(021) 91320317/ 70743477
kainahealth@gmail.com
http://www.kainahealthcare.com

Terima Kasih semoga informasinya membantu

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under bisnis

Membuat Sendiri Perencanaan Keuangan Keluarga Anda :)

Beberapa hari yang lalu saya ngobrol dengan rekan saat mengambil sertifikasi Perencanaan Keuangan, Mas Pandji Harsanto yang sekarang tergabung dalam firma Perencanaan Keuangan Fin-ally. Dengan misi untuk meningkatkan financial literacy masyarakat dan memperkuat kelas menengah yang solid, mengadakan workshop Make Your Own Plan (MYOP) yang diadakan di beberapa kota antara lain JAKARTA, MALANG, KENDARI, dan MAKASSAR.

Kelas Perencanaan Keuangan  “ Make Your Own Plan” adalah pelatihan yang unik dan interaktif. Dalampelatihan ini Peserta diajak untuk menata kondisi keuangannya dan membuat sendiri rangkaian perencanaan keuangan berdasarkan kondisi keuangan masing-masing. Untuk itu setiap peserta akan didampingi oleh konsultan perencana keuangan independen yang berpengalaman, sehingga peserta dapat lebih mendalami pembuatan financial plan pribadi dan mengetahui latar belakang penghitungan persiapan dana dan pemilihan instrument investasi untuk mencapai tujuan keuangan.

Tujuan:
Setelah mengikuti workshop “Make Your Own Plan” Peserta dapat :

  1. Memahami secara komprehensif konsep Time Value of Money.
  2. Merumuskan tujuan keuangan dan strategi mencapainya.
  3. Menentukan jenis proteksi yang tepat untuk setiap anggota keluarga.
  4. Menentukan produk keuangan yang tepat dalam mencapai tujuan keuangan.
  5. Mewujudkan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam waktu 1 tahun secara mendetail dan perencanaan tahun-tahun berikutnya sesuai rencana yang telah disusun.
  6. Menyusun Buku Perencanaan Keuangan Pribadi secara komperehensif.

JADUAL KELAS MYOP HARI PERTAMA

Pada hari Pertama mendapatkan materi:
1. Financial Mindset
2. Profil Risiko, dan Financial Ratio
3. Cash management, 
4. Debt Management, KPR
5. Insurance
6. Investasi Reksa Dana
7. Membuat Tujuan Keuangan dengan Investasi
8. Dana Pendidikan
9. Dana Pensiun

JADUAL MYOP HARI KEDUA

Pada hari kedua peserta didampingi untuk membuat:
10. Arus Kas Bulanan dan kekayaan bersih sebelum FP
11. Profil resiko dan Financial Check up.
12. Evaluasi arus kas bulanan dan kekayaan bersih setelah FP
13. Pemilihan Produk Asuransi
14. Penyusunan dana pendidikan
15. Pendampingan penyusunan dana pensiun
16. Pendampingan KPR
17. Rekomendasi Produk Reksa Dana
18. Pembuatan Action Plan

Metode Pelatihan:
* Presentasi
* Diskusi Interaktif
* Pendampingan Kebutuhan Peserta & Strategi Pencapaian dimana setiap Planner hanya akan mendampingi pembuatan Buku Perencanaan Keuangan untuk 3 peserta

TERBATAS 9 PESERTA

PEMBICARA :

  1. FARAH DINI NOVITA, BA(Hons), RFA ®
  2. PANDJI HARSANTO SE, RFA® CHt.
  3. YERI KURNIAWAN KEMI, S.Kom, B. ICT, RFA ®

Fasilitas :

  1. Handout materi
  2. Financial calculator
  3. Hardcopy dari Bookplan yang telah dibuat
  4. Pendampingan selama 1 tahun
  5. Review per 6 bulanan, dua kali review dalam setahun.
  6. Empat kali coffe break, dua kali makan siang

JADUAL BATCH 3 JAKARTA : 31 AGUSTUS – 1 SEPTEMBER 2013
hubungi : Pandji Harsanto 0856.9735.9500
email : pandji.harsanto@gmail.com

INFO KELAS MYOP, 31 AGUS – 1 SEPT 2013

JADUAL BATCH 4 MALANG : 7 – 8 SEPTEMBER 2013
hubungi : Yeni 0856.353.3030
email : oktaviani.firdiyanti@gmail.com

JADUAL  BATCH 5 KENDARI : 14 – 15 SEPTEMBER 2013
hubungi : Ilman Ramli 0819..3522.2235
email : myilman@gmail.com

JADUAL BATCH 7 MAKASSAR : 28 – 29 SEPTEMBER 2013
hubungi : Pandji Harsanto 0856.9735.9500
email : pandji.harsanto@gmail.com

INFO KELAS MYOP BATCH 7, MAKASSAR 28-29 SEPTEMBER 2013

Untuk pendaftaran silahkan mengisi data berikut
Nama Lengkap :
Nomor HP :
Alamat email :
Kota mengikuti Kelas : Jakarta / Malang / Kendari /Makassar

JADUAL BATCH 8 (berikutnya) JAKARTA akan dilaksanakan pada tanggal 2 – 3 NOVEMBER 2013

Untuk mendapatkan Diskon Tambahan sebesar 100 ribu, saat mendaftar workshop tulislah referensi dari Devino Rizki Arfan

Terima Kasih, semoga bermanfaat bagi kita semua. Untuk Kelas Menengah yang Kuat!

4 Komentar

Filed under perencanaan keuangan

Biaya Kuliah Perguruan Tinggi Negeri 2013

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk tahun 2013 ini biaya kuliah di perguruan tinggi negeri diatur oleh Permendikbud 55 Tahun 2013 beserta lampirannya yang mengatur mengenai biaya kuliah, sehingga kampus tidak membebankan macam-macam biaya kepada mahasiswa seperti SPP, BOP, Uang Pangkal dll. tetapi dijadikan satu komponen bernama Uang Kuliah Tunggal dimana jumlah harus dibayar berbeda-beda sesuai dengan kategori 1 s/d 5 yang dilihat berdasarkan keadaan ekonomi orang tua mahasiswa.

Di lampiran Permendikbud tersebut terdapat dua komponen, yaitu Biaya Kuliah Tunggal (BKT) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Sebagaimana tercantum dalam Pasal 1 Permendikbud tersebut:

Pasal 1
(1) Biaya kuliah tunggal merupakan keseluruhan biaya operasional per mahasiswa per semester pada program studi di perguruan tinggi negeri.
(2) Biaya kuliah tunggal digunakan sebagai dasar penetapan biaya yang dibebankan kepada mahasiswa masyarakat dan Pemerintah.
(3) Uang kuliah tunggal merupakan sebagian biaya kuliah tunggal yang ditanggung setiap mahasiswa berdasarkan kemampuan ekonominya.
(4) Uang kuliah tunggal sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditetapkan berdasarkan biaya kuliah tunggal dikurangi biaya yang ditanggung oleh Pemerintah.

Jadi BKT merupakan biaya yang dibutuhkan untuk operasional per mahasiswa per semester, sedangkan UKT merupakan uang yang dibayarkan mahasiswa kepada Universitas. Selisihnya disubsidi oleh pemerintah dalam hal ini Kemendikbud.

UKT = BKT – Subsidi Uang Kuliah

Dengan adanya Peraturan ini biaya kuliah menjadi transparan, karena dipublikasikan secara umum dan seluruh orang dapat mengaksesnya. Selain itu menurut pasal 5 dan 6 Permendikbud tersebut, universitas tidak diperbolehkan memungut uang lagi selain UKT kecuali maksimal 20% dari seluruh penerimaan tidak mengikuti aturan UKT.

Pasal 5
Perguruan tinggi negeri tidak boleh memungut uang pangkal dan pungutan lain selain uang kuliah tunggal dari mahasiswa baru program Sarjana (S1) dan program diploma mulai tahun akademik 2013 – 2014.
Pasal 6
Perguruan tinggi negeri dapat memungut di luar ketentuan uang kuliah tunggal dari mahasiswa baru program Sarjana (S1) dan program diploma nonregulerpaling banyak 20 (dua puluh) persen dari jumlah mahasiswa baru mulai tahun akademik 2013 –2014.

Di lampiran saya mengamati, biaya paling mahal adalah Fakultas Kedokteran. Selain itu Jurusan Farmasi juga salah satu yang termahal. Demikian informasi biaya kuliah Universitas Negeri, bisa dilihat di Daftar Uang Kuliah Tahunan.

Tinggalkan komentar

Filed under perencanaan keuangan

Bye Bye Blackberry!

Minggu Malam kemarin adalah hari terakhir saya memegang ponsel Blackberry (BB) Pearl 3G berwarna Black to Red kesayangan saya yang dibeli pada Oktober 2011. Barang tersebut saya lego karena jarang dipakai karena telah tergantikan oleh HP Android Samsung Galaxy Y Pro second yang hanya saya beli sekitar Rp. 700.000,- . Seiring dengan pamor BB yang mulai menurun dan semakin banyak kawan yang mulai meninggalkan BB, maka saya memutuskan untuk tidak menggunakannya lagi. Memang masih ada grup-grup diskusi yang bagus namun jadi kurang bermanfaat karena BB tersebut lebih banyak ditinggal di rumah. Faktor yang membuat saya jarang memakainya adalah OSnya yang agak lambat dan sering sekali harus cabut batere, yang  mengganggu juga adalah keharusan adanya paket dalam menggunakan komunikasinya.

BB tersebut saya beli pada Oktober 2011 seharga Rp. 2.499.000,- dan akhirnya saya jual seharga Rp. 1.100.000,- pada Juli 2013. Hal tersebut menggambarkan bahwa barang elektronik khususnya ponsel merupakan investasi yang buruk karena nilainya semakin turun.

Karena BB tersebut telah dijual maka PIN BB 267710CC juga tidak dipakai lagi, Bye Bye Blackberry!

4 Komentar

Filed under sightseeing

Berpikir dan Bertindak Dari Akhir

Tanggal 18 – 19 Juni yang lalu adek-adek kita melaksanakan SNMPTN, saya udah 9 tahun yang lalu jadi berasa tua, haha,,,. Jaman sekolah, baik di SD, SMP, SMA, ataupun Kuliah saya selalu bertanya-tanya, buat apa sih saya belajar? Kata orang tua saya, biar PINTAR. Kata “PINTAR” ini sangat abstrak sekali, pinter ngapain? Orang maling juga pinter, pintar mengambil milik orang lain. Saya belum pernah diarahkan untuk “PINTAR” secara spesifik. Alangkah lebih baik kita diberi gambaran akhir dari perjalanan kita, karena anak muda hidup dalam masa sekarang. Jujur saya tidak suka Akuntansi, tapi saya masuk ke kampus yang ada nama Akuntansi nya. Hasilnya? saya tidak mengerti untuk apa saya mempelajari ini? Baru setelah bekerja saya mengerti bahwa akuntansi sangat bermanfaat dan keren hahaha,,,

Kakak ipar saya cerita bahwa di perusahaan minyak saat ini keahlian yang sangat diperlukan dan supply sedikit adalah lulusan Teknik Metalurgi, padahal jurusan tersebut gradingnya rendah pada saat SNMPTN. Saya tidak memverifikasi cerita ini ke praktisi perminyakan lain, namun benang merahnya menurut saya adalah dalam menentukan kuliah alangkah lebih baik kita menganalisa dunia kerja terlebih dahulu. Pelajari ada profesi apa saja, apabila perlu bertanya pada profesional yang bekerja pada bidang tersebut. Setelah melakukan survei, kita bisa menentukan apa yang sesuai dengan passion kita? Dan jalur yang harus kita tempuh untuk mencapainya. Apabila harus kuliah di jurusan tertentu maka jalani kuliah tersebut. Passing grade sebuah jurusan tidak menentukan masa depan kita.

Steve Jobs, Bill Gates, dan Mark Zuckerberg adalah contoh visioner dimana mereka tau apa yang mereka mau dan mereka merasa bahwa bangku kuliah sudah tidak sejalan dengan visi mereka, maka mereka memutuskan untuk keluar. Kita bisa belajar pada orang yang telah mencapai tahap tersebut dan bertanya apa yang telah mereka lakukan? Tapi yang pertama kali harus kita temukan? Apa Passion kita? 🙂

2 Komentar

Filed under career

Kerumitan Dibalik Kesederhanaan

Jika anda tidak bisa menjelaskannya kepada anak berusia 6 tahun, maka anda sendiri sebenarnya belum mengerti ~ Albert Einstein

Kesederhanaan adalah hal yang sulit ditemui, semuanya harus serba canggih, hitech, dan tentunya rumit.

Tentu kita semua pernah merasakan bagaimana rumitnya pelayanan publik, baik saat di lingkungan Kelurahan, Samsat, bahkan KUA. Contoh nyata rumitnya pelayanan publik ada di perijinan eksplorasi migas, berapakah ijin yang diperlukan untuk melakukan eksplorasi migas di Indonesia? menurut Dahlan Iskan membutuhkan 280 ijin dari beberapa kementerian. Banyak Pelayanan Publik yang dirancang sangat berbelit-belit membuat kita agak kewalahan.

Namun beberapa birokrat modern seperti Gubernur Joko Widodo yang melakukan terobosan tentang Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang hanya mencantumkan KTP Jakarta sebagai syarat utama dan tentunya kurang mampu. Dengan kebijakan seperti itu kerumitan akan dipindah ke dalam SOP internal pemda DKI dalam meneliti lebih lanjut kelayakan penerima KJS. Memindahkan kerumitan dari pengguna layanan ke pemberi layanan dan tentunya dibantu dengan teknologi.

Hal tersebut sama dengan kita mempelajari ilmu yang rumit namun apabila kita telah menguasainya maka kita dapat menjelaskannya secara sederhana dan mudah dimengerti, seperti menerangkan isi satu buku tebal dengan satu postingan blog pendek 🙂

Tinggalkan komentar

Filed under piece of mind, Uncategorized

Menghitung Nilai Wajar Properti

Beberapa waktu yang lalu ada obrolan di sebuah milis SSR yang bercerita bahwa banyak rumah di bilangan Serpong kosong tidak berpenghuni a.k.a. kosong. Kenapa?

Kita tahu harga rumah terutama di bilangan Bintaro Serpong naik drastis beberapa tahun terakhir ini, oleh karena itu banyak orang yang memiliki dana lebih membeli rumah dengan harga milyaran meskipun di daerah suburban seperti Serpong. tujuannya apa? biasanya untuk investasi, dan sebagian untuk ditinggali sendiri. Kita tahu konsep investasi properti, selain diharapkan kenaikan harga rumah tentu pemilik juga mengharapkan cashflow tahunan dari sewa rumah.

Investasi Properti = Capital Gain + Penghasilan Sewa

Biasanya tarif sewa per tahun sebesar 5% – 8% dari harga rumah. Perhitungan sederhananya apabila ada rumah seharga 1 milyar, maka biaya sewa per tahunnya adalah antara 50 – 80 juta per tahun. Namun keadaannya tidak selalu seperti itu, beberapa kolega saya memulai usaha PAUD di daerah BSD dengan menyewa sebuah rumah seharga 30 juta per tahun padahal menurut pemilik dan broker harga pasar rumah itu adalah 1,2 Milyar. Jadi tarifnya hanya 2,5% dari harga pasar rumah. Karena tarif sewa yang relatif rendah itulah banyak pemilik properti memilih untuk mengosongkan rumahnya daripada disewa dengan harga relatif rendah.

Melihat harga-harga rumah di pinggiran Jakarta yang naik tidak terkendali saya jadi berpikir, harga yang dipasang para pengembang ini berdasarkan apa? Demand Supply? harga psikologis? Dimana ada pengembang yang selalu mengancam dengan “Senin Harga Naik!” atau dengan menggoreng harga selama masih laku.

Developer (D): Bikin Rumah ah, dijual 200 juta. (laku keras)

D: Wah coba minggu depan naikin 10%, jual 220 juta (laku keras lagi)

D: Wah abis, naikin lagi 10%, jual 242 juta (lagi lagi laku keras)

dst.

Semakin banyaknya kelas menengah, mudahnya proses kredit KPR, dan mempunyai rumah sebagai simbol kemapanan hidup merupakan faktor yang mendukung tingginya penjualan rumah.

Bagaimana menilai harga wajar properti? Kalau saya berpendapat nilailah harga wajar properti tersebut dari harga sewanya, apabila harga sewa 6 juta setahun dengan menggunakan asumsi faktor biaya sewa 6% maka dihitung 6 juta x (100%/6%) = 100 juta. Jika ternyata harga pasar tersebut lebih dari hitungan dan asumsi kita maka rumah tersebut telah overvalued. Perhitungan ini sangat subjektif dan masih ada kelemahan, sehingga mohon maaf apabila ada yang tidak berkenan.

Demikian, sewa atau beli tetapkan pilihan anda. Kita tidak menghakimi 🙂

Semoga bermanfaat.

ada liputan khusus kontan tentang KPR di http://lipsus.kontan.co.id/v2/kpr dan ada liputan khusus yang menarik di http://lipsus.kontan.co.id/v2/kpr/read/121/Bubble-properti-atau-hanya-over-price

6 Komentar

Filed under perencanaan keuangan, piece of mind