Nasi Kotak, Satu Bentuk Penyederhanaan Masalah

banner02

Dalam sebuah rapat, pertemuan, seminar, atau acara apapun yang melibatkan orang banyak biasanya disediakan nasi kotak sebagai konsumsi rapat. Kenapa harus nasi kotak? Semua peserta dianggap sama, baik masakannya, porsinya, dan preferensi rasa. Padahal setiap orang adalah unik, mempunyai selera makan, porsi, bahkan kebutuhan kalori yang berbeda. Hasilnya? menurut pengalaman kami banyak yang tidak puas karena kurang cocok dengan menu yang disajikan, terlalu banyak porsinya, terlalu pedas dan lain lain. Bahkan banyak diantara sampah nasi kotak tersebut tidak habis, ada yang sisa nasinya, sayurnya atau lauknya dan akhirnya jadi mubazir.

Nasi Kotak adalah salah satu bentuk penyederhanaan masalah, terkadang memang dirasa kurang tepat namun biasanya menjadi solusi paling mudah. Namun untuk yang mendapat nasi kotak solusi tersebut belum tentu yang paling tepat. Dalam dunia bisnis khususnya ritel, kita harus memperlakukan pelanggan dengan spesial dengan kebutuhan yang spesifik. Seth Godin dalam artikelnya “The Easy Trap” mengatakan bahwa solusi yang paling mudah belum tentu merupakan solusi yang terbaik. Terkadang solusi yang paling susah adalah yang paling memuaskan, namun apakah sumber daya kita dapat memenuhinya? belum tentu. Hal ini apabila terkait dengan organisasi yang mempunyai banyak stakeholder dengan kebutuhan yang berbeda, apakah kita akan menyajikan nasi kotak? atau prasmanan namun kita belum mampu menyediakannya? Mungkin ada baiknya kita bertanya kepada mereka inginkan sehingga kita dapat melakukan pelayanan terbaik dengan sumber daya yang ada.

Dalam hal keuangan pribadi, juga berlaku hal yang sama. Setiap orang mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda namun mereka terkadang terbujuk untuk memakan solusi yang kurang tepat karena kurang informasi. Contohnya adalah asuransi unit link untuk seluruh keperluan investasi anda. Asuransi unit link bagai “nasi kotak” yang cocok bagi semua. Begitu juga emas, saham, dan produk investasi yang lain. Tidak ada solusi tunggal bagi setiap orang, karena setiap orang mempunyai kondisi keuangan dan tujuan masing-masing.

Wassalam

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under perencanaan keuangan, piece of mind

Mohon Tanggapannya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s