Manajemen Risiko Isi Dompet

fully loaded wallet

Beberapa waktu yang lalu gw ngapel ke rumah calon istri, begitu megang kantong belakang. “Loh! Kok gak ada dompet gua, mampus dah gua”. Yang kepikiran waktu itu bukan uang yg ada di dompet, tapi mahal dan repotnya ngurus kembali surat surat dan dokumen penting di dalamnya. Wah mau nangis rasanya, tapi untungnya ternyata ketemu jatuh di depan pagar.
Pas dompet ilang, masalah kehilangan uang mungkin tidak terlalu masalah karena uang di dompet juga tidak terlalu banyak. Namun surat surat penting seperti KTP, SIM, STNK, kartu asuransi, kartu ATM, kartu kredit, dll. Hal tersebut lebih rumit dan susah diurusnya. Butuh uang dan tenaga lebih.

Belajar dari hal tersebut, gw memikirkan suatu manajemen risiko. Bagaimana caranya apabila kita kehilangan dompet, kita tidak terlalu repot. Akhirnya gw membagi isi dompet menjadi beberapa kategori, misalnya seperti ini

Sering dipakai:
Uang, kartu kredit, ATM, kartu nama, kartu asuransi (untuk jaga-jaga), KTP,

Jarang dipakai:
STNK, NPWP, sim A, sim C, Kartu Pegawai, kartu Asuransi,

Nah kategorisasi di atas hanya contoh, gw pribadi mengkategorisasi seperti di atas. Selain itu bisa juga menggunakan kategori lain, misalnya kategori berdasarkan urutan repotnya mengurus dokumen/barang tersebut apabila hilang.

Akhirnya gw memakai dua dompet untuk menampung barang di dua kategori di atas. Dompet utama gw pake untuk isi dompet yang sering dipakai dan gw taruh di saku belakang. Dompet kedua gw pake untuk isi dompet yang jarang dipakai dan gw taruh di tas kecil yang selalu gw bawa kemana-mana. Dan apabila memang sangat jarang dan tidak pernah dipake, lebih baik barang tersebut ditinggal di rumah saja. Contohnya kartu garansi kacamata atau kartu perpustakaan, bikin tebel dompet aja.

Memang agak repot tapi hal ini gw lakukan untuk mengantisipasi, kalo kehilangan pun tidak semuanya. Ini hanya buah pemikiran saya saja, bisa saja kita memodifikasi karena biasanya masing masing orang mempunyai caranya sendiri melalui pengalamannya.

Segitu dulu aja deh,,,
Keep your wallet and stuff safely
Keep your money from overspend
Don’t forget to give charity to the poor (it can avoid you from the misfortune)

Iklan

9 Komentar

Filed under piece of mind

9 responses to “Manajemen Risiko Isi Dompet

  1. males bawa tas kecil kemana-mana mas hehe…kalo aku tetap waspada & hati-hati aja deh

  2. Septian Wildan Mujaddid

    mungkin perlu ditambahin bung, biasakan menyimpan file hasil scan semua jenis tanda pengenal maupun kartu debit/kredit serta dokumen penting lainnya. ane pernah kehilangan dompet bulan April 2009.
    Sejak itu kapok!!!
    Tempo hari juga nyaris kehilangan paspor (untungnya ketemu pas beberes) gak kebayang ribetnya pas liat di blog http://bit.ly/pIep2s

    last but not least, setuju banget kalo yang ini bung
    ” Don’t forget to give charity to the poor (it can avoid you from the misfortune) ”
    nice post juragaan..
    😀

    • oh iyaa, great idea dan,,,
      memang kadang kita harus siapkan scan ato fotokopi dokumen penting kita untuk jaga-jaga. 😉

      ebuset paspor ilang? kalo emang ada jadwal keluyuran luar negeri sih emang panik, tapi kalo g ada mah sante aja hihihihi

      tengkyu bro wildan

  3. DLycious

    Wah, belom pernah kepikiran sebelumnya. Selama ini cuma berusaha selalu masukin dompet di tas kalo dalam perjalanan (Klo di angkot tas punggung dipakai di depan badan tentunya) dan nggak bawa dompet kalo cuma keluar rumah sebentar. Nice idea gan!

    • Sippp,,, Tengkyu gan,,,
      ada di milis bilang, yang ditinggal itu harusnya kartu debit ama kartu kredit
      soalnya takut tergoda :p

      ada baju lucu, gesek
      ada barang lucu, gesek
      ada cewek lucu, gesek,,, eh salah :p maksud gw gasak buat kenalan

  4. dulu pernah ilang juga pas di toilet stasiun gambir… semua disitu, untungnya sebelumnya ngambil uang di atm dan dibagi dua, setengah di saku dan setengah di dompet, kebetulan mau ke bandara pula, akhirnya pasrah setelah melapor ke pihak security dan CS nya, di hape sih kebetulan ada scannan ktp jadi masih bisa pass di bandaranyam ketika diperjalanan ( sudah sampai di banjarmasin ) menuju mess saya ditelp sama orang yang menemukan dompet saya ditoilet, karyawan B*kmi gm gitu, dia bisa tahu no hape saya dari kartu ponta alfama*t kebetulan ada di dompet dan dia cari tahu ke temennya yang kerja di alfa, syukurlah, semua komplit ga ada yang ilang termasuk uangnnya juga. alhamdulillah

    • Alhamdulillah, kalau memang masih rejeki tidak akan kemana. Namun tetap harus disyukuri karena apabila semua barang masuk dalam dompet maka akan hilang semua. Semoga artikel saya bermanfaat, terima kasih banyak telah komentar

  5. The range I shoot at most has a few cheap headsets in the sieinn-/targgt shack. I often haul an extra set, or two, with me when I go too in case. Also were a headset, or plugs, when operating the snowblower or lawn mower. My grandma was deaf and I hope to avoid that inconvenience.

Mohon Tanggapannya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s