Uang Gemuk di Tabungan? Baguskah?

Waktu itu saya pernah mengantar seorang teman SMA, kita sama-sama baru lulus. Doi dari sebuah Kampus Teknik ternama di Bandung. waktu itu saya mengantar dia ke ATM dan saya “agak” mengintip saldonya. Voila! Jumlah yang fantastis saudara saudara, waktu itu saya melihat ada sekitar 40 juta lebih di rekening tabungannya. Mempunyai uang sebesar itu di tabungan? Apakah ini hal yang baik atau buruk? bagaimana menurut anda?

Dalam hal ini kita melihat dari dua sisi, bisa merupakan hal yang baik atau buruk. Hal yang baik karena uang yang anda miliki banyak dan harta anda sangat likuid karena berupa tabungan, namun ada sisi jeleknya loooo,,

Coba apa hayoooo? Mungkin banyak yang bertanya “apa sih jeleknya gua punya uang banyak? daripada gua gak punya duit?”

Kita tau bahwa setiap hari harga-harga komoditas selalu naik, inget gag waktu krupuk  masih Rp. 25? sekarang harganya berapa? normalnya Rp. 500,-. Itulah yang disebut inflasi, penurunan nilai uang. Nah kebetulan nih ya (menurut gua sih kebetulan :p) di Indonesia adalah salah satu negara dengan inflasi cukup tinggi yang “katanya” pemerintah sekitar 6-8 persen per tahun. Namun pada kenyataannya? yakin cuma 6%? yakin cuma 8%?

Saya pasti dimarahin orang BPS kalo bilang angka tersebut salah, jadi saya sebutnya kurang tepat. Dengan metode yang konservatif saya perkirakan inflasi per tahun di Indonesia sekitar 11 – 13%, jadi kita perlu berinvestasi untuk mengalahkan angka tersebut. Apabila kita mengalokasikan banyak aset kita di tabungan yang memberi return 4% potong pajak apakah kita dapat mengalahkan inflasi? Tentu tidak.

Berinvestasi tidak hanya di pasar modal dengan instrumen-instrumennya, namun bisa saja dengan melakukan usaha dagang, jasa, beli emas, bahkan beternak kambing atau sapi. Investasikanlah kepada instrumen yang anda pahami agar anda tidak tertipu dan jangan serakah. Karena prinsip investasi adalah High Risk High Return, maka apabila ada orang yang menawarkan investasi dengan return yang tidak masuk akal maka hati-hati ya gannn.

Banyak jalan menuju Roma ;). Jadi jangan biarkan uang anda mengendap terlalu banyak di Tabungan, cukup untuk dana operasional dan dana darurat. Sisanya? Investasikanlahhh

Iklan

2 Komentar

Filed under perencanaan keuangan

2 responses to “Uang Gemuk di Tabungan? Baguskah?

  1. Panin Dana Maksima

    makanya gabung sama kita gan..
    ehehehe…

  2. iya reksadana pastilah itu salah satu alat untuk berinvestasi…

Mohon Tanggapannya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s