Stop! Mengeluarkan uang hanya untuk buat orang lain terkesan

“We buy things we don’t need with money we don’t have to impress people we don’t like.” – Dave Ramsey

Coba kita renungkan kembali, uang yang kita keluarkan. Apakah benar benar seperti yang inginkan atau hanya untuk membuat orang lain terkesan?

Tas bermerek, gadget mahal terbaru, mobil baru, yang kita beli tidak mendefinisikan kita, perilaku kita lah yang mendefinisikan kita

Jadi jangan sampai kita membeli sesuatu karena kena tetangga atau teman kantor beli barang tersebut.

http://www.thesimpledollar.com/stop-spending-money-to-impress-people/

2 Komentar

Filed under perencanaan keuangan

Gratifikasi

maxresdefaultUntuk profesional yang berkecimpung dalam bidang procurement (pengadaan), purchasing (pembelian), atau apapun yang terkait dengan pihak ketiga (vendor) baik di lingkungan pemerintah maupun swasta biasanya tidak asing dengan godaan gratifikasi.

Gratifikasi sendiri merupakan salah satu bentuk korupsi dan telah dilakukan penindakan dan pencegahan oleh KPK, namun terbatas hanya pada kasus yang melibatkan pejabat publik. Padahal definisi gratifikasi tidak terbatas pada kasus yang melibatkan pejabat publik, namun juga termasuk sektor swasta.

http://www.hukumonline.com/berita/baca/hol21210/suap-di-sektor-swasta-belum-terjamah-hukum

http://www.andaka.net/blog/gratifikasi-dokter-kenali-dan-hindari/

https://www.controlrisks.com/~/media/Public%20Site/Files/PDF/ABC_Policy.pdf

Tinggalkan komentar

Filed under piece of mind, Uncategorized

“Sudut Mati”, sebuah novel oleh @tsugaeda

sudut_mati_oleh_tsugaeda

Gue punya sahabat di Malang sejak SMP, nama pena doi @tsugaeda. Gue inget banget terakhir ketemu doi waktu masih di Kalibata sekitar tahun 2013 pas nganterin buku pertamanya “Rencana Besar”. Sekitar dua bulan yang lalu (maaf nih gus baru sempat nulis resensi) , tepatnya hari Rabu, 7 Oktober 2015 gue janjian ketemu @tsugaeda yang ngabarin sebelumnya kalo buku terbarunya udah keluar, judulnya “Sudut Mati”. Akhirnya setelah kita saling update kabar masing-masing dan banyak tertawa tentang masa lalu, masa kini dan masa depan, gue antar doi sampe stasiun Manggarai dan gue pulang ke Bekasi (yeah, planet yang itu). Karena waktu sudah malam saat sampai rumah maka akhirnya novel  tersebut gue baca esok harinya.

Genre sahabat gue ini adalah fiksi tentang konspirasi korporasi, dan kali ini mengangkat suatu grup konglomerasi Prayoga yang dipimpin oleh CEO nya Sigit Prayoga yang flamboyan serta mulai terjun dalam dunia politik (saya jadi inget ARB). Kesan konflik awal yang akan dibangun adalah perebutan kekuasaan menjadi  pewaris trah Prayoga, yang gue jadi inget serial televisi Empire. Namun ternyata saya salah, konflik yang dibangun ternyata lebih kompleks dari itu. Jujur gue menikmati lembar tiap lembar yang gue baca, dimana karakter dan cerita lebih natural dan mengalir dibandingkan dengan novel sebelumnya yang tersentralisasi di tokoh utama. Tiap tokoh punya karakter yang kuat serta cerita latar belakang masa lalu masing-masing yang dikupas meskipun hanya sekilas.

Namun cerita yang dibangun sebenarnya terlalu kompleks untuk dituangkan dalam 338 halaman, sehingga banyak cerita dan detail yang kurang tergali serta tempo yang relatif cepat untuk membangun konflik hingga sampai ending klimaksnya (tidak yakin apakah karena gue bacanya langsung dalam semalam sehingga terasa sebentar atau memang kurang panjang), mungkin pas kalau tebalnya seperti novel-novel Dan Brown. Ide cerita yang bagus dan sebenarnya dapat dikembangkan menjadi serial atau ide gilanya dapat dijadikan novel grafik aka komik.

Nice work pal! Novel kedua yang keren dan menurut gue adalah sebuah improvement dari novel pertama. Gue harap Tsugaeda seiring dengan jam terbang bisa menghasilkan banyak lagi novel yang Insya Allah ada yang diangkat di layar lebar. Someday Gus, Someday.

*Thank You for the catchup and the joke, we’ll laugh together again soon when your 3rd book published Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under buku

Kredit Pemilikan Rumah aka KPR aka “Mortgage” (1)

Pangan, Sandang, dan Papan merupakan kebutuhan primer manusia, urgensinya adalah sesuai dengan urutannya. Pangan terlebih dahulu untuk energi , Sandang untuk menutup aurat, serta Papan untuk tempat tinggal dan berteduh. Nah, menurut survei BPS menerangkan bahwa secara per kapita penduduk kita rata-rata menyisihkan 20% dari penghasilannya untuk tempat tinggal/papan. Nah bagaimana dengan kita? Kalo masih tinggal di rumah orang tua ataupun pondok mertua indah pasti masih 0% dong, hehehehe. Namun bagi yang sudah beli rumah sendiri atau ngekos pasti merasakan pengeluaran yang lumayan.

Kenaikan harga rumah memang sudah hampir di luar kewajaran, kemarin saya keliling mencari rumah yang dijual, ada dua perilaku yang saya tangkap.

Yang pertama untuk para penjual rumah second, mereka cenderung menilai tinggi harga rumah mereka dibandingkan dengan harga pasarBagaimana mungkin rumah di Jakarta namun harus masuk gang sempit yang bahkan mobil tidak dapat masuk dihargai hampir 1 milyar, seriously selain tidak bisa dibeli melalui mekanisme KPR saya rasa orang yang mempunyai uang kas sebanyak itu akan mencari lokasi yang lebih baik.

Yang kedua, untuk penjual rumah baru atau pengembang biasanya menggunakan teknik marketing untuk mendongkrak harganya, biasanya berkata bahwa yang tersedia hanya tinggal 2 unit padahal masih banyak yang belum terjual atau menakut-nakuti konsumen bahwa besok harga naik sehingga secara psikologis membuat calon konsumen merasa harus cepat-cepat deal agar tidak kehabisan dan mendapatkan harga yang terbaik.

Kok jadi curcol nih, maklum sebulan kemarin banyak keliling mencari rumah sehingga masih agak kesal sama penjual-penjual tersebut yang kami rasa sudah overprice. Bersambung dulu yaaaa ke post selanjutnyaaaa……..

Tinggalkan komentar

Filed under piece of mind

Panduan Gaji Indonesia 2014

Mungkin ada yang masih inget postingan saya sekitar dua tahun yang lalu berjudul “Fresh Graduate ditanya gaji? Siapa Takut” . Saat itu saya melampirkan data gaji dari Kelly Services untuk tahun 2011-2012. Kali ini saya akan melampirkan data terbaru dari Kelly Services untuk tahun 2013/2014

berikut link downloadnya di bawah, silahkan menikmati

Indonesia salary guide ebook 2014

Tinggalkan komentar

Filed under career

Make Your Own Plan! Perencanaan Keuangan Ga Pake Ribet

Judul Buku  : Make Your Own Plan!
Penulis          : Pandji Harsanto SE, CFP, CH, Diana Sandjaja SE, CFP
Penerbit       : Elex Media Komputindo
Harga            : + Rp. 50.000,-
Tebal            : 288 halaman

Sahabat saya waktu belajar perencanaan keuangan, Mas @pandjiharsanto akhirnya mengeluarkan buku pertamanya di akhir tahun 2013. Saya mengenalnya sebagai pribadi yang sangat komit untuk mengedukasi masyarakat Indonesia tentang literasi keuangan dengan menulis di blog, mengadakan seminar-seminar, hingga mungkin yang paling monumental menurut saya yaitu dengan menerbitkan buku tentang perencanaan keuangan.

Sesuai dengan judulnya “Make Your Own Plan”, tujuan akhir dari buku ini adalah diharapkan setelah selesai membaca buku ini, pembaca dapat menyusun perencanaan keuangannya sendiri. Oleh karena itu buku ini disusun sedemikian rupa sehingga runtut dari proses perencanaan keuangan yang biasanya dilakukan oleh perencana keuangan independen saat menghadapi kliennya. Dari memberikan penjelasan akan konsep uang dari sudut pandang perencana keuangan hingga mempersiapkan tujuan-tujuan keuangan.

Meskipun pembahasannya secara konsep dan teknis namun tulisannya tidak menggurui karena dipaparkan secara mengalir melalui cerita sehingga pembaca dibuat seolah seperti membaca cerpen sekaligus belajar tentang perencanaan keuangan pribadi. Oleh karena itu kita berharap dengan adanya buku ini kita harap masyarakat sadar bahwa perencanaan keuangan dan peningkatan literasi keuangan bukan hanya sekedar tren atau gaya-gayaan agar terlihat keren, namun diperlukan untuk kehidupan finansial masyarakat pada umumnya, dan keuangan keluarga pada khususnya.

Oleh karena itu saya rasa sangat bermanfaat mengeluarkan sejumlah uang sekitar Rp.50.000 apabila dibandingkan dengan ilmu yang ada dalam buku tersebut, apalagi bila perbandingannya dengan pembuatan perencanaan keuangan komplit dengan perencanaan keuangan independen atau mengikuti kelas perencanaan keuangan yang biayanya hingga jutaan rupiah.

Untuk versi cetak dapat didapatkan di toko buku terdekat atau hubungi penulis di twitter @pandjiharsanto

Selamat membaca🙂

3 Komentar

Filed under buku

Nikmatnya Menggunakan 1 Ponsel

ponsel

Beberapa waktu yang lalu saya selalu mempunyai paling tidak dua ponsel atau bahkan tiga. Yang pertama adalah menampung nomor lama saya sejak kuliah memakai Indosat, kemudian untuk nomor keluarga menggunakan XL, dan yang terakhir flexi untuk telpon murah ke rumah. Memelihara beberapa ponsel itu sangat repot, apalagi bila kepala chargernya berbeda-beda. Membawa dua ponsel saja sudah repot, apalagi membawa dua chargernya hiiiii,,, nightmare lah pokoknya,,,,,.

Sampai pada saat saya memiliki dua ponsel, satu ponsel layar sentuh yang memiliki fasilitas dual sim card dan satu ponsel CDMA untuk flexi, dan pada suatu pagi saya berangkat dari kantor naik sepeda motor dan menemukan bahwa ponsel CDMA saya hilang jatuh di jalan. Panik? Jelas. Bingung? iyessss,,,,,. Tetapi karena malas beli ponsel CDMA lagi akhirnya saya menggunakan satu ponsel saja meskipun masih dua operator, ternyata menyenangkan juga karena saya tidak perlu tas kecil lagi untuk bawa ponsel saya kemana-mana, cukup satu di kantong.

Akhirnya saya ikhlaskan ponsel flexi beserta nomornya yang masih terdapat pulsa 50.000 rupiah, bagi anda yang masih menggunakan beberapa ponsel saya sarankan mengikuti jejak saya dan rasakan perbedaannya🙂

Apalagi menurut pengalaman saya, orang dengan ponsel lebih dari satu itu malah cenderung lebih susah dihubungi, bagaimana dengan pengalaman anda?

Tinggalkan komentar

Filed under sightseeing